Salam

Transportasi ke Sabang Masih Mengecewakan

Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menikmati liburan panjang ke Pulau Weh Sabang merasakan

Transportasi ke Sabang Masih Mengecewakan
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Calon penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh batal berangkat karena tiga pelayaran dibatalkan karena gelombang tinggi di perairan Sabang 

Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menikmati liburan panjang ke Pulau Weh Sabang merasakan kesulitan transportasi laut mulai berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, hingga saat pulang melalui Pelabuhan Balohan, Sabang. Padahal, jumlah turis daerah dan asing kian melimpah ruah, terutama berkaitan dengan liburan Idul Fitri 1439 yang begitu panjang.

Sebagaimana disiarkan harian ini kemarin, KMP Tanjung Burang batal berlayar untuk trip terakhir dari Balohan ke Ulee Lheue, karena kapal itu harus menjalani pemeliharaan mesin. Akibatnya, sekitar 20 unit mobil dan 30 sepeda motor harus bermalam di Sabang. Sebagian besar mereka adalah para wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Masalah ini segera mendapat tanggapan dari berbagai kalangan yang menginginkan pariwisata Sabang cepat maju. Mantan anggota DPRK Sabang, Ridwan Saidi dan Fadil, seorang pengusaha mengatakan, mestinya Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Pemko Sabang sudah mengantisipasi secara cermat mengenai peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang.

Selain soal kapasitas, kondisi teknis atau fisik dua kapal yang melayari rute Balohan-Ulee Lheue juga mendapat sorotan. Menurut Ridwan dan Fadhil, KMP Papuyu dan KMP Tanjung Burang, sudah tak layak dijadikan alat transportasi penyeberangan Ulee Lheue-Balohan. Alasannya, ketika ketinggian ombak di perairan itu mencapai 2-3 meter, kedua kapal itu tidak bisa berlayar.

Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, juga menyatakan layanan feri dari Banda Aceh ke Sabang dan sebaliknya sering mengecewakan, terutama pada saat musim liburan atau pada musim cuaca buruk. Sulaiman Abda menyatakan bahwa pengadaan tambahan kapal sudah sangat mendesak. Ia berjanji akan memperjuangkan penambahan jkapal itu dalam APBA 2019.

Selain investasi daerah untuk sarana transportasi laut Banda Aceh-Sabang, investasi Pusat juga sangat pantas kita pertanyakan. Apakah Kementerian Perhubungan tidak bisa memberi kapal yang lebih besar dengan spesifikasi yang sesuai dengan keadaan laut Sabang? Kemudian, apakah BPKS tidak bisa memogramkan pengadaan kapal demi mempercepat kemajauan pariwisata Sabang?

Kita mencatat, dalam sepuluh tahun terakhir, permasalahan pariwisata Sabang yang paling sering mendapat sorotan miring adalah tentang layanan kapal penumpang dan barang. Para wisatawan yang ingin berliburv ke Sabang harus bersusah payah untuk mendapat kapal yang bisa menyeberangkan dirinya dan kendaraan. Terkadang, malah banyak wisatawan yang terpaksa “meninggalkan” kendaraannya di Pelabuhan Ulee Lheue karena tak mendapat kapal penyeberangan. Masalahnya, sesampai di Sabang, para wisatawan juga tak cukup gampang mendapatkan kendaraan sewaan dengan harga yang terjangkau.

Jadi, masaah ini jangan dipandang remeh, tapi harus dilihat bahwa ini adalah salah satu hambatan besar dalam pemajuan pariwisata Sabang!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved