Aceh Menyaring Utusan ke Festival Teater Nasional, Pancuri Tujoh Dipermasalahkan & Pidie Tampil Beda

Ada 11 teater se-Aceh yang berhasil dihimpun oleh Seramo Teater Aceh (Perkumpulan Teater Aceh yang menjadi patner kerja Disbudpar).

Aceh Menyaring Utusan ke Festival Teater Nasional, Pancuri Tujoh Dipermasalahkan & Pidie Tampil Beda
SERAMBINEWS.COM/NANI HS
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh telah menggelar Festival Seni Tradisi (Seleksi Teater Aceh) Menuju Parade Teater Daerah 2018, Rabu (27/6/2018). 

Laporan Nani HS | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh telah menggelar kegiatan Festival Seni Tradisi (Seleksi Teater Aceh) Menuju Parade Teater Daerah 2018, Rabu (27/6/2018) sejak pagi sampai sore.

Grup teater pemenang, menurut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs Amiruddin MSi, nantinya akan mewakili Aceh ke tingkat nasional.

Amiruddin menyambut baik kegiatan ini, karena menurutnya teater sangat baik sebagai  sebuah sarana informasi, apalagi di era global sekarang ini.

Termasuk bagaimana teater bisa memberi gambaran kehidupan orang Aceh, dengan kearifan lokal yang wajib dijunjung tinggi.

“Sebab itu, ke depan lewat dunia teater kita juga harus  mampu mengembalikan keutuhan budaya Aceh, dan  bagaimana menyampaikan amanat pembangunan Aceh melalui teater. Sehingga kita bisa melahirkan. generasi yang lebih baik, termasuk bebas narkoba dan sejenisnya,” harap Amiruddin.

Seleksi teater kali ini dipercayakan kepada para juri dari Banda Aceh dan Nasional.

Mereka H Sjamsul Kahar, Ken Zurada (dari Teater Bengkel Jakarta), Budi Arianto, Kostamam, dan Fauzan Santa. Mereka adalah orang-orang kompeten dan tinggi jam terbangnya di dunia keteateran.

Konfirmasi Serambinews.com kepada Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, D Kemalawati, bahwa atas dasar surat undangan dari Direktur Taman Mini Indonesia Indah, even Parade Teater Daerah akan dilangsungkan pada 13-15 Juli mendatang, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

“Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami. Karena kami baru menerima petunjuk teknisnya  pada pertengahan bulan Mei. Waktunya kasib. Padahal untuk melahirkan produk sebuah teater kita membutuhkan waktu rata-rata dua bulan. Tapi kalau ajakan ini tidak kita sambut, tentu rugi rasanya membuang kesempatan ini,” kata D Kemalawati alias Dek Nong itu.

Halaman
123
Penulis: Nani HS
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved