Investasi di Pasar Modal Lebih Pasti

Bankir dunia yang saat ini aktif sebagai Penasihat Menteri Pertahanan RI, Dr (HC) Adnan Ganto MBA

Investasi di Pasar Modal Lebih Pasti
ist
Dr (HC) Adnan Ganto MBA

BANDA ACEH - Bankir dunia yang saat ini aktif sebagai Penasihat Menteri Pertahanan RI, Dr (HC) Adnan Ganto MBA menyaran supaya masyarakat Aceh, jika ingin menginvestasikan uang maka dapat menyasar pasar uang dan pasar modal. Sebab, kedua pasar itu sudah diakui oleh negara, dalam hal ini Bank Indonesia, ketimbang berinvestasi dalam berbagai jenis mata uang digital yang muncul akhir-akhir ini.

Hal itu disampaikan oleh Adnan Ganto saat mengisi seminar yang diselenggarakan oleh Forum Aceh Menulis (Fame), Selasa (26/6) di Aula Dinas Arsip Dan Perpustakaan (Arpus) Aceh, Banda Aceh. Seminar itu mengangkat tema ‘Literasi Keuangan dan Perbankan”. Seminar yang dimoderatori oleh Pembina Fame sekaligus Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT.

Adnan Ganto menjelaskan, pasar uang adalah dunia perbankan yang selama ini memberikan pinjaman uang dan giro. Sedangkan pasar modal merupakan perdagangan saham dan obligasi (surat utang), perdagangan saham itu dilakukan di Bursa Efek. Ia menyebutkan saat ini di Indonesia terdapat sekitar 500-an perusahaan yang tergabung dalam pasar modal dan sahamnya dapat dimiliki oleh masyarakat atau publik.

“Perusahaan-perusahaan itu jika membutuhkan dana untuk tambahan modal, maka mereka akan mengeluarkan saham atau obligasi yang dijual kepada publik, keuntunganya dengan menjual saham adalah mereka tidak harus membayarnya lagi uang tersebut, tapi nanti diberikan dalam bentuk deviden setiap tahun,” ujar Adnan Ganto yang juga penasihat Gubernur Aceh bidang ekonomi dan perbankan.

Ia menambahkan, bahwa investasi pasar saham atau pasar modal lebih menguntungkan ketimbang menginvestasikan uang pada mata uang digital atau blockchain. Dikatakan, hingga kini Bank Indonesia sebagai bank sentral belum mengarahkan untuk penggunaan sistem pembayaran tersebut, meskipun keuntungan investasi dalam bidang tersebut sudah terbukti.

Oleh karena itu, putra asli Buloh Blang Ara, Aceh Utara itu menyarankan masyarakat supaya tetap memilih investasi yang diakui pemerintah atau Bank Indonesia. “Jangan cepat gegabah dengan mencari keuntungan besar di luar sistem moneter yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Dalam seminar itu, Adnan Ganto juga menjelaskan bahwa saat ini perbankan syariah terus tumbuh dan menjadi trend di Aceh. Bahkan, Bank Aceh yang merupakan bank milik Pemerintah Aceh sudah dikonversi dari sistem konvesional ke sistem syariah.

Dikatakan Adnan Ganto, Aceh menjadi pionir di Indonesia dalam mengonversi bank konvesional menjadi syariah, meskipun sebelumnya sejumlah negara non muslim yaitu Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan Perancis sudah terlebih dahulu menggunakan sistem perbankan syariah. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help