Tafakur

Pemimpin Sadar

Aku diangkat menjadi pemimpin kalian, tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian

Pemimpin Sadar

Oleh: Jarjani Usman

“Aku diangkat menjadi pemimpin kalian, tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian. Sekiranya aku melakukan kebaikan maka kalian harus menolongnya dan sekiranya aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan” (Khalifah Abu Bakar r.a.).

Sudah menjadi keharusan bagi kita memilih pemimpin, sebagaimana pernah diingatkan oleh Rasulullah SAW. Apalagi hidup ini dalam taraf tertentu ibarat permainan sepak bola, yang terikat oleh waktu yang singkat dan aturan. Ada waktu awal, permasalahan, taktik dan ada waktu akhir dan bahkan injury time. Juga ada musuh yang harus dihadapi. Kehadiran pemimpin yang menyadari dirinya sebagai pemimpin sangat diharapkan agar ikhlas membantu rakyat dalam menjalani hidup.

Selama waktu hidup yang diberikan, setiap diri kita perlu berperan dan memaksimalkan peranan. Pada saat bersamaan, pemimpin harus selalu hadir baik secara fisik atau non fisik melalui aturan untuk mengingatkan dan membantu rakyat agar tidak terlena di dunia ini atau tak menghasilkan apa-apa dalam hidup ini, karena waktu hidup pasti akan habis dengan sendirinya, diingini atau tidak. Jika sudah habis waktu dan tak menghasilkan apa-apa, itu berarti kekalahan dalam hidup ini dan menimbulkan penyesalan yang tak akan berakhir.

Namun demikian, tidak sedikit orang lemah yang berani mengajukan diri sebagai calon pemimpin atau malas memikirkan permasalahan yang dialami rakyat. Karena itu, kita harus pandai memilih pemimpin yang tahu diri atau sadar diri sebagai manusia biasa yang memiliki kekurangan. Sehingga akan mendengar rakyat dan menyadari tanggung jawabnya, seperti pernah ditunjukkan oleh Khalifah Abu Bakar r.a..

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help