PKA VII: Ada "Panggung Literasi" dan Workshop Musikalisasi Puisi

"Kami ingin memberikan pola penyajian yang lain dari PKA sebelumnya. Kami akan ramaikan dengan panggung pertunjukan sastra,"

PKA VII: Ada
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Dr. Wildan, M.Pd 

Laporan Fikar W Eda | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, akan memamerkan sejumlah koleksi arsip dalam Pekan Kebudayaan Aceh VII (PKA VII) dan menyelenggrakan "Panggung Kearsipan dan Literasi" yang diisi pertunjukan musikalisasi puisi, workshop musikalisasi puisi, baca puisi dan pentas sastra lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dr. Wildan, M.Pd mengatakan hal itu kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Kamis (28/6/2018).

Semua kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Lampineung, Banda Aceh.

Baca: Wagub Nova Iriansyah Pernah Jadi Peserta PKA II Tahun 1972, PKA VII Diharapkan Lebih Kreatif

"Kami ingin memberikan pola penyajian yang lain dari PKA sebelumnya. Kami akan ramaikan dengan panggung pertunjukan sastra," ujar Dr. Wildan.

Workshop musikalisasi puisi bekerjasama dengan Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia, pesertanya, siswa sekolah menengah dan mahasiswa.

Ia juga menyebutkan, akan mengundang penyair dan seniman untuk mengisi panggung literasi itu, serta dihadiri para pelajar dan umum.

Baca: Pembukaan PKA VII Dilengkapi Teknologi Video Mapping Menciptakan Imajinasi Fantastis

"Kami juga menyelenggarakan pemutaran film dokumenter," lanjut Wildan yang belum lama dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Beberapa dokumen kearsipan yang dipamerkan nanti, antara lain "Piagam Blang Padang," Tanggal 21 Desember 1963, Surat Pengangkatan Daud Beureueh sebagai Gubernur Militer Aceh dan Tanah Karo" dan Piagam Gubernur Jenderal Hindia Belanda berkedudukan di Batavia yang diberikan kepada Malim Aman Pinter, Reje Cik Gerpa Samarkilang (sekarang Kabupaten Bener Meriah).

Piagam tersebut tertanggal 25 Agustus 1938.

"Kami akan pamerkan banyak arsip menyangkut sejarah Aceh," demikian Dr. Wildan. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help