Senandung Ujong Pancu

EKSOTIS dan tersembunyi. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Pantai Ujong Pancu

Senandung Ujong Pancu
PEMANDANGAN Pantai Ujong Pancu, Desa Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa (26/6). 

EKSOTIS dan tersembunyi. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Pantai Ujong Pancu. Dikenal sebagai titik nol Pulau Sumatera, pantai ini menjadi kampung nelayan sekaligus ‘surga’ bagi pemancing. Dipagari hutan mangrove di bantaran sungai yang bermuara ke pantai tersebut, Ujong Pancu Menyuguhkan lansekap lengkap yang memadukan hijaunya bebukitan dan birunya lautan.

Dikenal dengan kekayaan bahari, daratan Aceh dibingkai oleh garis pantai yang panjang. Setiap sudut menawarkan kemolekan tersendiri, tak terkecuali Pantai Ujong Pancu. Menelusup di Desa Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, pantai ini terlihat jauh dari hingar bingar. Dengan pemandangan berupa Pulo Breuh di seberangnya, Ujong Pancu menjadi pilihan tepat untuk ‘lari’ sejenak dari hiruk pikuk kota. Inilah senandung dari Ujong Pancu.

“Kalau mau ke Pulo Breuh bisa menumpang kapal nelayan. Jika cuaca bagus perjalanan bisa setiap hari pulang-pergi,” terang warga setempat, Adnan. Serambi yang menyambangi tempat ini, Selasa (26/6) sore mendapati beberapa perahu nelayan merapat di mulut muara.

Menurut Adnan, beberapa hari belakangan cuaca sudah lebih bersahabat dari sebelumnya. Pun begitu, nelayan setempat tidak jauh berlayar ke tengah laut dan tidak pulang berlayar dengan tangan kosong. Meskipun hasil tangkapan tidak semenggembirakan saat cuaca normal.

Jika berminat, anda bisa hopping island menyambangi Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh yang merupakan salah satu daerah terluar Indonesia. Gerbang wisata bahari nusantara. Cukup merogoh kocek dengan membayar Rp 500 ribu berkapasitas 15 orang, menumpang kapal nelayan yang berlayar saban hari dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan.

Bangkai tsunami berupa puing-puing bangunan dengan mudah didapati di sini. Ya, tempat ini termasuk yang paling dahsyat diamuk bencana itu. Pantai Ujong Pancu ditandai dengan tanaman bakau yang mengapit sisi jalan. Jika berangkat dari Simpang Lamteh, Ulee Lheu, Banda Aceh membutuhkan waktu sekitar 15 menit berkendara. Deretan bebukitan di satu sisi, dengan hamparan sawah di bawahnya tak ubah seperti lukisan alam.

Sementara di sisi lain, sungai yang bermuara ke Pantai Ujong Pancu menyuguhkan pemandangan eksotis, dengan batuan di bibir pantai berlatar Pulo Breuh di kejauhan. Menjadi sumber kehidupan bagi warganya dan destinasi bagi peminat wisata bahari, tempat ini belum banyak dituturkan pelancong. Sehingga gaungnya belum nyaring terdengar ke luar. Namun, kemolekan paras Pantai Ujong Pancu terutama ketenangan yang ditawarkan, bakal membuat pengunjung enggan pulang dari kawasan itu.(nurul hayati)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help