Home »

Opini

Opini

Apa Faedahnya Orang Bertakwa?

DALAM banyak ayat, Allah Swt menyerukan kepada orang-orang beriman agar mengusahakan dirinya

Apa Faedahnya Orang Bertakwa?
Dua anggota polisi bertadarus Alquran seusai melaksanakan shalat zuhur di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. SERAMBI/BEDU SAINI

Oleh M. Hasbi Amiruddin

DALAM banyak ayat, Allah Swt menyerukan kepada orang-orang beriman agar mengusahakan dirinya menjadi orang-orang bertakwa. Seruan itu ada yang melalui prosesi-prosesi ibadah tertentu seperti melalui berpuasa (QS. al-Baqarah: 183). Ada juga ayat yang langsung mengingatkan agar umat ini bertakwa kepada Allah sebagaimana firman-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.” (QS. Ali Imran: 102).

Orang-orang bertakwa dengan sebenar-benar takwa kepada Allah, seperti anjuran ayat di atas maksudnya adalah kita selalu dalam keadaan berserah diri kepada Allah Swt. Seseorang yang selalu berserah diri kepada Allah artinya tidak sesaat pun lalai dari mengingat-Nya, sehingga kapan pun kematian itu datang kita dalam keadaan Islam.

Tidak berat
Pengertian yang sederhana dalam keadaan Islam adalah kita melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya menurut kemampuan kita masing-masing. Sesungguhnya melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya tidaklah berat. Karena Allah tidak pernah membebani hamba-Nya melebihi kemampuannya.

Apalagi kalau seseorang sudah memahami hikmah-hikmah dari ibadah yang telah diwajibkan oleh Allah Swt, tentunya dia akan lebih bergairah lagi untuk melaksanakannya. Karena semua ibadah yang dilakukan tersebut akan memberi manfaat kepadanya sendiri, baik untuk kesehatan fisik maupun untuk kesehatan mentalnya, bahkan juga ketinggian martabatnya.

Selebihnya, orang-orang bertakwa akan mendapat ganjaran yang baik nanti di akhirat pada hari yang seorangpun tidak dapat membantu selain Allah. Bertakwa dengan tidak melakukan sesuatu yang tidak baik selama di dunia juga akan mendatangkan ketenangan nanti di alam kubur. Orang-orang bertakwa bukan hanya akan mendapat kesenangan di akhirat, tetapi Allah telah menjanjikan akan memberi kesenangan-kesenangan sejak di dunia.

Karena itulah pencapaian derajad takwa sesungguhnya merupakan cita-cita semua kaum muslimin. Hanya saja selama ini, kadang-kadang kita lupa berusaha agar kita bisa sampai pada tingkat derajad takwa.Memperhatikan janji-janji Allah terhadap orang-orang bertakwa, menjadi orang takwa itu penting, bukan hanya karena nanti kita dimasukkan ke dalam syurga, tetapi jika kita mampu meraih derajad takwa, kita akan dimudahkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam sebuah ayat, Allah mengatakan bahwa apabila kita telah benar-benar bertakwa kepada Allah maka Allah akan mempermudah segala urusan kita. “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan selalu memberi jalan kemudahan.”(At-Talaq:2). Itu artinya, jika kita sudah mampu mencapai derajad takwa dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak pernah menghadapi kesulitan-kesulitan berat. Karena setiap kesulitan yang kita hadapi selalu saja ada jalan keluarnya diberikan oleh Allah.

Begitu juga orang-orang yang telah bertakwa, tidak akan menjadi orang miskin, karena Allah selalu saja menambahkan rezkinya. Bahkan rezki itu akan didapatkan dengan cara-cara yang tidak pernah dia duga. Tugas kita hanya berusaha sekuat tenaga. Ayat selanjutnya dalam surat yang sama Allah menjelaskan:”Allah akan meberikan rezki dengan cara-cara yang tidak pernah di duga.”Karena itu kita tidak perlu takut tidak cukup, sehingga berusaha untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang curang. Rezki kita telah dijamin oleh Allah dan halal.

Untuk meyakinkan hamba-hamba-Nya Allah mengulang sekali lagi dengan kalimat yang berbeda bahwa kalau hamba-Nya benar-benar bertakwa kepada-Nya akan dicukupkan segala keperluannya. Sambungan ayat tadi Allah mengatakan:”Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan mencukupkan keperluannya.”

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help