BI: Tukarkan Segera Uang Emisi 98-99

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kota Lhokseumawe kembali mengingatkan kepada masyarakat

BI: Tukarkan Segera Uang Emisi 98-99
PEGAWAI Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe memperlihatkan bentuk uang pecahan emisi tahun 1998 dan 1999 yang sudah ditarik dari peredaran, Kamis (28/6). 

* Paling Lambat 30 Desember 2018

LHOKSEUMAWE - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kota Lhokseumawe kembali mengingatkan kepada masyarakat yang masih memegang beberapa uang pecahan Tahun Emisi (TE) 1998 dan 1999 untuk segera menukarkan ke BI terdekat. Mengingat waktu penukaran akan berakhir, yakni sampai 30 Desember 2018 ini.

Uang pecahan yang dimaksud, Rp10.000 TE 1998 (Gambar muka, pahlawan nasional Cut Nyak Dhien), Rp 20.000 TE 1998 (Gambar muka, pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara). Lalu, Rp 50.000 TE 1999 (Gambar muka, pahlawan nasional WR Soepratman), serta Rp100.000 TE 1999 (Gambar muka, pahlawan proklamator Dr Ir Soekarno dan Dr H Mohammad Hatta, berbahan polymer).

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yufrizal, menyebutkan, sampai saat ini keempat uang pecahan tersebut masih beredar di wilayah BI Lhokseumawe. “Hari ini saja ada masyarakat yang menukar uang pecahan tersebut ke kantor kami,” ujarnya.

Sedangkan penarikan uang keempat pecahan ini, sebut Yufrizal, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008. “Bank Indonesia secara rutin memang terus melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah TE lama. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain, masa edar uang dan adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang kertas,” papar Yufrizal.

Untuk mempercepat penarikan empat jenis uang pecahan tersebut, pihaknya terus mengeluarkan imbauan dan pengumuman, termasuk telah meminta perbankan untuk ikut membuat pengumuman, mengingat perbankan merupakan institusi utama pengedaran uang. “Jadi, sebelum masa penukaran berakhir, yakni 30 Desember 2018 ini, bagi masyarakat yang masih memegang uang-uang pecahan tersebut segera menukarkan ke BI,” demikian Yufrizal.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help