Kasus Dugaan Korupsi di Distannak ke Jaksa

Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya melimpahkan berkas dugaan korupsi berupa pungutan liar

Kasus Dugaan Korupsi di Distannak ke Jaksa
saberpungli.id
Ilustrasi 

* Kerugian Negara Diperkirakan Mencapai Rp 137 Juta

SUKA MAKMUE - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nagan Raya melimpahkan berkas dugaan korupsi berupa pungutan liar (pungli) di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya.

“Kita tingal menunggu jawaban jaksa sekarang. Sementara kedua tersangka pungli tersebut belum ditahan karena masih kooperatif,” kata Kasat Reskrim AKP Bobby Putra Ramadhan Sebayang kepada Serambi kemarin.

Menurut Boby kasus pungli terhadap kelompok tani itu disidik berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh dengan kerugian negara mencapai Rp 137 juta lebih.

Sedangkan para tersangka yang terlibat yaitu Hendra selaku Plt Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultural pada Distannak Nagan Raya yang juga ketua Tim Tekhnis kegiatan pengelolaan kedelai bantuan pemerintah.

Tersangka lainnya yaitu Lisa selaku tenaga kontrak pada Distannak Nagan Raya yang juga sebagai pembantu tim tekhnis kegiatan pengelolaan kedelai.

Dijelaskan, para tersangka terlibat dalam pungutan liar dengan nilai sebesar Rp 568.574.000 dari 38 kelompok tani sebagai penerima bantuan kegiatan pengelolaan kedelai bantuan pemerintah tahun anggaran 2016.

Pungutan liar tersebut dilakukan secara bertahap mulai Oktober 2016 sampai Agustus 2017. Pungli tersebut dilakukan tersangka dengan modus tim teknis Distannak Nagan Raya meminta paksa untuk dipotong dana yang dicairkan dari rekening masing-masing kelompok tani penerima bantuan pemerintah, dan kegiatan pengelolaan kedelai bantuan pemerintah 2016 ketika para kelompok tani menarik dana di Bank BRI unit Kuala, Nagan Raya.

Pemotongan tersebut dengan dalih untuk belanja bahan saprodi yang akan dibagi kepada 38 kelompok tani. Namun dalam pembelanjaan bahan saprodi tim teknis mengambil keuntungan dari masing-masing distributor pengadaan bahan saprodi yang dipilihnya serta jumlah bahan saprodi yang disalurkan kepada 38 kelompok tani melalui kios tidak sesuai dengan dana yang di potong.

Susuai juknis pengelolaan kedelai bantuan pemerintah tahun 2016 tersebut dikelola langsung oleh masing-masing penerima yaitu 38 kelompok tani.

Menurut Kasat Reskrim AKP Boby Putra Rahmadhan Sebayang polisi telah menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta dari tersangka Hendra Prihatin, berupa uang pecahan Rp 100 ribu, sebanyak 950 lembar, dan uang pecahan Rp 50.000, sebanyak 100 lembar.

Selain itu juga disita sejumlah buku rekening Bank BRI milik kelompok tani.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved