Citizen Reporter

Berbagi Kasih di Camp Gaza

INI kesempatan yang sangat langka bagi kami untuk dapat hadir di tengah-tengah komunitas anak-anak Gaza, Palestina

Berbagi Kasih di Camp Gaza
ISMU RIDHA, Penerima Beasiswa LPDP, Mahasiswa Program Doktoral Jurusan Tafsir wa Ulumul Qur’an Jamiah Yarmouk, Kota Irbid, melaporkan dari Yordania

ISMU RIDHA, Penerima Beasiswa LPDP, Mahasiswa Program Doktoral Jurusan Tafsir wa Ulumul Qur’an Jamiah Yarmouk, Kota Irbid, melaporkan dari Yordania

INI kesempatan yang sangat langka bagi kami untuk dapat hadir di tengah-tengah komunitas anak-anak Gaza, Palestina. Mereka menetap di beberapa perumahan yang dikenal dengan istilah “mukhayyam”, tersebar di beberapa titik dalam 12 provinsi yang ada di Yordania. Awalnya, mereka hadir bersama keluarganya dan tinggal di bawah kemah-kemah kecil. Seiring waktu, kuantitas mereka pun terus meningkat, dari perkemahan-perkemahan kecil hingga akhirnya berubah menjadi sebuah perkampungan besar.

Kini, dengan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara, mukhayyam-mukhayyam kecil itu telah berubah menjadi bangunan dan kamp (camp) yang layak huni. Memang masih ditemukan sebagiannya yang tinggal di perkemahan, tetapi mayoritas mereka adalah korban konflik Suriah yang terjadi belum lama ini. Sedangkan yang berasal dari Palestina, mereka rata-rata telah hidup di Yordan sejak puluhan tahun lalu dengan kondisi yang lebih layak.

Penting diketahui juga bahwa Yordania merupakan salah satu negara penampung korban konflik Gaza yang terbesar di dunia. Tak heran bila banyak organisasi kemanusiaan yang ingin mendistribusikan bantuannya melalui delegasi di Yordan. Hal itu tak semudah yang dibayangkan, karena harus melalui proses yang cukup panjang dan rumit, melibatkan pihak kedutaan, kepolisian, dan unsur lainnya. Jika tidak, maka tindakan kita akan dianggap ilegal dan dianggap salah.

Kali ini kami hadir ke Camp Gaza bersama Tim Pramuka Nasional Indonesia, Yayasan Darut Tauhid Jawa Barat, dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Yordania (HPMY). Misi kami adalah membawa bantuan sekaligus ingin saling berbagi kasih dan cerita dengan mereka. Kami hadir bersama 40 mahasiswa yang ada di Yordan ke Jam’iyyatul Markaz al-Islamiy al-Khairiyyah: Markaz Aytam wa Fuqara Mukhayyam Gaza di Kota Jerash. Letaknya, satu jam perjalanan darat dari ibu kota negara, Amman.

Menurut laporan yang kami terima dari Ketua Jam’iyyah, Camp Jerash ini menampung lebih dari 4.000 pengungsi, termasuk anak-anak yang menjadi sasaran bantuan dari kami. Tiba di lokasi pukul 5 bakda asar, kepada kami langsung dipertontonkan penampilan seni, drama, puisi, dan tilawah Quran anak-anak Gaza. Penampilan mereka luar biasa dan membuat suasana begitu mengharukan.

Sebaliknya, untuk mencairkan suasana, Tim Pramuka Indonesia menampilkan senam Pocho-pocho. Terpancar aroma kebahagiaan dari wajah imut mereka saat melihat sebagian kami memainkan Pocho-pocho. Setelah senam, masing-masing mahasiswa masuk ke dalam kelompok-kelompok kecil anak-anak Gaza. Di sinilah kami saling berbagi cerita. Kebetulan saya masuk dalam kelompok usia sekolah, lalu saya tanyakan satu per satu tentang pendidikan mereka, kegiatan harian, hafalan Quran hingga ke topik pemain bola favorit. Untuk soal yang terakhir ini mereka satu suara. “Messi, Messi,” seru mereka. Hehe. Saat itu mereka mungkin belum tahu kalau klub Messi tersungkur di ajang Piala Dunia yang dihelat di Rusia.

Lagi-lagi tampak pancaran kebahagiaan dari wajah mungil mereka saat bicara sepak bola. Lalu saya tanya lagi, nanti waktu besar mau jadi apa? Nah, untuk pertanyaan ini mereka hampir tak punya jawaban yang meyakinkan.

Beberapa saat kemudian, kami mulai membagikan makanan, lalu makan malam bersama mereka. Masing-masing mahasiswa mengontrol delapan hingga sepuluh anak-anak. Setelah makan bersama, dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah di ruang yang telah disediakan. Suasananya cukup indah.

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian sembako, paket sekolah, snack, dan mainan yang cukup beragam kepada setiap anak. Kepada mereka kami sediakan anak panah dan busurnya, pistol, robot, Spiderman, boneka hingga bola kaki. Mereka cukup antusias, senang, bahkan saling berebut mainan penuh kemanjaan. Apa yang kami saksikan itu sungguh cukup membuat kami tersenyum bahagia. Oh, indahnya berbagi.

Tanpa terasa jarum jam telah menunjukkan pukul 9 malam. Saatnya anak-anak yang sejak tadi kami hibur itu harus kembali ke mukhayyam masing-masing, membawa bekal dan mainan yang telah kami bagikan. Keceriaan mereka masih terbayang-bayang di pelepuk mata kami, momen yang mungkin sulit terulang kembali, berbagi cinta di Camp Gaza.

Akhirnya, kami doakan kepada mereka yang telah memberi donasi dimudahkan rezekinya, kepada anak-anak Gaza ditabahkan hati, dan kepada pembaca semoga digerakkan hati untuk saling berbagi. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved