Jalan Sepanjang 42 Kilometer di Nagan Raya Rusak Parah

Bahkan ada beberapa titik badan jalan yang ambruk akibat abrasi Krueng Lamie.

Jalan Sepanjang 42 Kilometer di Nagan Raya Rusak Parah
SERAMBINEWS.COM/RISKI BINTANG
Seorang warga memasang tanda rambu di titik jalan rusak di jalan lintas Kuala Tuha-Lamie, Sabtu (30/6/2018). Pemasangan rambu bertuliskan "HATI-HATI, JALAN SEDANG TIDAK DIPERBAIKI." 

Laporan Riski Bintang | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Mahasiswa Kecamatan Tripa Makmuer, Nagan Rayamendesak pemerintah kabupaten dan Pemerintah Aceh untuk segera merehabilitas jalan lintas Kuala Tuha-Lamie sepanjang 42 kilometer yang sudah lama rusak.

Pasalnya, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut sudah sangat jenuh dengan kondisi jalan berlubang ditambah beberapa jembatan yang ada di sepanjang lintasan tersebut rusak.

Bahkan ada beberapa titik badan jalan yang ambruk akibat abrasi Krueng Lamie.

Baca: Kodim Aceh Jaya Perbaiki Jalan Rusak Sepanjang 10 Kilometer

"Kondisi jalan rusak ini bukanlah satu titik saja dan juga bukan satu dua tahun tetapi sudah bertahun-tahun masyaraka mengeluhkan kondisi jalan yang rusak ini," tulis Zulfahmi melalui Whatsapp kepada Serambinews.com, Sabtu (30/6/2018).

Menurutnya, jalan tersebut juga sudah banyak memakan korban.

"Banyak pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan di sepanjang jalan lintas Kuala Tuha-lamie tersebut," tambahnya.

Baca: Tak Kunjung Diperbaiki, Bupati Gayo Lues dan Ketua DPRK Turun Tangan Tambal Jalan Rusak

Untuk itu, ia mengharapkan pemerintah daerah ataupun provinsi agar segera membenahi jalur transportasi darat tersebut.

Karena jalan tersebut merupakan jalan lintas utama dan satu satunya sarana transportasi masyarakat di beberapa kecamatan meliputi Kecamatan Kuala Pesisir, Tadu Raya, Tripa Makmuer, dan Kecamatan Darul Makmuer.

"Ini yang juga merupakan lintas nasional Barat Selatan Aceh, sehingga dengan adanya perbaikan jalan ekonomi masyarakat pun juga akan meningkat," ungkapnya.

"Jangan sampai derita kami hari ini sampai ke anak cucu kami di masa yang akan datang. Dum nyoe jai peng Aceh tapi mantoeng na ciet sarana yang hana terbenahi loem,"  tutupnya. (*)

Penulis: Riski Bintang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help