Tiyong tak Lagi Jabat Ketua Harian PNA

Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong tak lagi menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP-PNA)

Tiyong tak Lagi Jabat  Ketua Harian PNA
SERAMBINEWS.COM/YOCERIZAL
Ketua Umum DPP PNA, Irwandi Yusuf, membubuhkan tanda persetujuan di surat pengunduran diri Samsul Bahri Bin Amiren alias Tiyong dari Ketua Harian, Jumat (29/6/2018). 

* Pemundurannya Disetujui Irwandi

BANDA ACEH - Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong tak lagi menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP-PNA). Surat pengunduran dirinya dari ketua harian akhirnya disetujui oleh Ketua Umum DPP PNA, Irwandi Yusuf.

Surat Tiyong tertanggal 25 Juni 2018 itu diterima Irwandi, Jumat (29/6) di ruang kerjanya. Dalam surat tersebut, Tiyong menyampaikan bahwa ia memutuskan mundur karena akan kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon legislatif dari PNA daerah pemilihan (dapil) III pada Pemilu 2019.

“Agar lebih fokus saya dalam melakukan konsolidasi internal untuk pemenangan saya menjadi Anggota DPR Aceh periode 2019-2024, maka dengan segala hormat saya mengundurkan diri dari Ketua Harian DPP PNA, sejak surat ini saya tanda tangani,” tulis Tiyong.

Surat pengunduran diri itu langsung disetujui Irwandi Yusuf. Setelah membubuhkan tanda persetujuan, ia menyerahkan kembali surat itu kepada ajudannya untuk diteruskan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PNA, Miswar Fuadi SH.

Saat ditanya Serambi mengapa ia menyetujui surat pengunduran diri Tiyong, Irwandi menjawab bahwa ia merasa Tiyong sangat serius dengan permintaannya.

“Karena sudah beberapa kali meminta mundur, berarti dia ada kepentingan sehingga harus mundur,” kata Irwandiberlogika.

“Sebelumnya dia mundur tidak saya setujui karena saya anggap itu (permintaan) emosional. Kali ini berarti sudah serius,” imbuhnya lagi.

Catatan Serambi, ini memang bukan kali pertama Tiyong mengajukan surat pengunduran diri dari Ketua Harian DPP PNA. Surat serupa juga pernah ia layangkan pada 30 Agustus 2017. Hanya saja, dalam surat tersebut Tiyong beralasan bahwa dia mundur karena dirinya masih menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA Bireuen.

Disinggung kaitan kemunduran Tiyong dengan adanya gesekan di internal PNA, Irwandi menjelaskan bahwa gesekan di sebuah partai itu adalah hal yang biasa, tidak hanya di PNA, tetapi juga di semua partai.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved