Situs Loyang Mendale Diseminarkan

Balai Arkeologi (BALAR) Medan, Sumatera Utara, menggelar Forum Group Discussion (FGD), terkait dengan nilai

Situs Loyang Mendale Diseminarkan
SERAMBINEWS.COM/JALIMIN
Loyang Mendale di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. 

TAKENGON - Balai Arkeologi (BALAR) Medan, Sumatera Utara, menggelar Forum Group Discussion (FGD), terkait dengan nilai penting situs Loyang Mendale bagi masyarakat Gayo. Diskusi yang digelar di aula Grand Penemas, Kota Takengon, Jumat (29/6) menghadirkan narasumber Kepala BALAR Medan, Sumut, Ketut Wiradnyana, mewakili Pemkab Aceh Tengah, Muhammad Syukri, serta seorang tokoh masyarakat Gayo, Win Ruhdi Bathin.

Ketua BALAR Medan, Sumut, Ketut Wiradnyana kepada Serambi, Sabtu (30/6) mengatakan, ada beberapa nilai penting dengan keberadaan situs Loyang Mendale. Diantaranya, situs Loyang Mendale dan sekitarnya telah memberikan sumbangan data dalam pengembangan ilmu pengetahuan arkeologi, sejarah, serta antropologi.

Selanjutnya, kata Ketut, situs Loyang Mendale telah memberikan pengembangan sejarah lokal, nasional, dan regional. “Dalam lingkup sejarah lokal, temuan Situs Loyang Mendale dan sekitarnya memberikan data baru tentang sejarah Gayo dan pengetahuan baru tentang asal-usul orang Gayo,” ungkap Ketut Wiradnyana sembari menambahkan situs yang berada di pinggiran Danau Lut Tawar juga memiliki potensi ekonomi sebagai objek wisata utama.

Sedangkan dalam lingkup sejarah nasional, temuan tersebut memberikan perubahan isi dari Sejarah Nasional Indonesia, terutama terkait migrasi. “Dalam lingkup sejarah regional Asia Tenggara, data temuan Loyang Mendale, telah memberikan tambahan data yang meruntuhkan beberapa teori-teori tentang persebaran penutur Austronesia, khususnya di Asia Tenggara Kepulauan, tutur Kepala BALAR ini.

Sementara itu, dalam FGD tersebut, dilahirkan beberapa rekomendasi diantaranya Situs Loyang Mendale dan sekitarnya hendaknya dapat dipelihara dan ditata dengan lebih baik sehingga dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Selanjutnya peningkatan kerjasama stakeholder dalam upaya pelestarian Situs Loyang Mendale.

Rekomendasi selanjutnua, Situs Loyang Mendale segera dijadikan monumen keberadaan etnis Gayo. Temuan budaya dari Situs Loyang Mendale, segera dihimpun dan diberdayakan sebagai kekuatan khasanah budaya Gayo, serta hasil penelitian arkeologi di Situs Loyang Mendale dan sekitarnya merupakan salah satu kekuatan politik etnis Gayo.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help