Home »

Opini

Opini

‘Drama Sepakbola’ Gubernur vs DPRA

TAHUN ini menjadi tahun hiburan bagi Anda, pencinta sepakbola Piala Dunia 2018

‘Drama Sepakbola’ Gubernur vs DPRA
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berjabat tangan dengan Ketua DPRA, Muharuddin yang didampingi Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, dan Irwan Djohan usai rapat paripurna istimewa dalam rangka mendengar jawaban Gubernur Aceh terhadap hak interpelasi DPRA di Gedung DPRA, Selasa (2/7). SERAMBI/M ANSHAR 

Oleh Syamsul Bahri

TAHUN ini menjadi tahun hiburan bagi Anda, pencinta sepakbola Piala Dunia 2018. Semua mata saat ini memandang ke Rusia. Sebagian kita rela begadang semalam penuh, demi mendukung tim favoritnya. Tetapi ada yang lebih menarik --kalau tidak saya katakan konyol-- yaitu kegaduhan wakil rakyat dan pemimpin nanggroe ini. Dalam arti, sambil nonton bola, ada kegaduhan yang tak kalah “hebat” sedang dipertontonkan ke publik. Jika saja bukan karena “tahun sepakbola”, maka gaung perseteruan akan lebih heboh lagi.

Dua hari lalu, kita dikejutkan dengan berita tentang Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggunakan Hak Interpelasi. Hak Interpelasi ini hanya bertujuan meminta keterangan dari gubernur selaku pemegang kekuasaan eksekutif terhadap kebijakan pemerintah yang penting dan strategis, serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pasal 27A UU No.22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) menyebutkan, “Hak Interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.” Nah, ketika anggota dewan telah menggunakan hak ini, berarti ada sesuatu yang sedang dipersoalkan DPRA dan mesti dijelaskan oleh gubernur.

Akan tetapi kegaduhan para pemimpin Aceh hari ini bukan sekadar penggunaan Hak Interpelasi itu, melainkan telah merembes pada hal-hal privasi, pada masalah asmara dan percintaan, serta pada masalah-masalah “internal” mereka sendiri. Sang Gubernur diisukan memiliki istri kedua. Gubernur Irwandi Yusuf pun mengklarifikasi bahwa itu merupakan hak privasinya yang tidak perlu dipertanyakan melalui Hak Interpelasi. “Isu apa itu? Mau apa mereka kalau saya bilang iya dan mau apa mereka kalau saya bilang enggak?” (aceh.tribunnews.com, 30/6/2018).

Gubernur Aceh itu kemudian membalas dengan membuka rahasia kalau ternyata ada anggota dewan, yaitu Azhari Cagee memiliki istri dua. Dan Ketua DPRA, Muharuddin, juga memiliki “dua istri”. Bahkan kalau ingin “buka-bukaan” maka gubernur juga bisa saja membeberkan video seorang anggota dewan yang sedang dugem. “Saya juga punya video rekaman salah seorang anggota dewan yang lagi dugem, apa perlu saya beberkan? Tetapi tidak usahlah,” sebut Irwandi kepada Serambi (aceh.tribunnews.com, 30/6/2018).

Semakin panas
Melihat pertengkaran ini semakin panas, sampai-sampai urusan pribadi tersebar ke publik, saya pikir mata kita tidak saja tertuju pada sepakbola Piala Dunia 2018, melainkan juga pada tingkah-tingkah para pemimpin yang menurut hemat saya tidak sepantasnya dipertontonkan. Sejak mereka mempertontonkan kegaduhan kepada publik, saat itu pula kepercayaan publik kepada mereka menjadi memudar, seperti memudarnya semangat kita menonton sepakbola jagat raya tahun ini. Tim-tim unggulan yang memiliki banyak bintang, tetapi gagal menuju puncak.

Mereka harus pulang, apakah anda pendukung Ronaldo atau Lionel Messi tetapi anda harus ikhlas menerima kekalahan mereka. Ramos apa lagi, bagi saya sebagai pendukung Tim Kroasia, saya ingin disikat habis tim-tim besar ini. Apa hendak dikata, mereka para wakil rakyat belum mampu menyelesaikan masalah pekerjaan mereka di gedung dewan dan di kantor gubernur. Apa yang bisa kita harapkan dari pembesar negeri yang sedang bergaduh?

Persoalan asmara, antara cinta dan pernikahan, sudah seperti sinetron ataupun drama Korea. Atau boleh saja film Bollywood, jika anda penggemar Shahrukh Khan atau Katrina Kaif. Dalam drama-film, kisah cinta akan bermuara pada kebahagiaan (happy ending). Dalam film Kuch Kuch Hota Hai, sang bintang Shah Rukh Khan pada akhirnya menikah dengan Kajol. Padahal Shahrukh khan telah menikahi Rani, namun hubungan asmara mereka terhenti di tengah jalan karena sang istri ini meninggal dunia. Kajol menerima Shahrukh Khan meskipun ia pernah dikecewakan. Lalu, jika pun benar, bagaimanakah kisah-kisah istri kedua para pemimpin di Aceh?

Jika tadi saya menjelaskan bahwa perseteruan antara gubernur dengan sebagian anggota DPRA adalah “drama cinta” yang sedang dipertontonkan, sayang sekali kalau ada beranggapan seperti itu. Perseteruan antara gubernur dan DPRA saat ini bukan masalah asmara, bukan masalah “buka-bukaan” terkait privasi seseorang, melainkan masalah political will (kemauan politik) dan masalah kekuatan politik. Sedangkan drama itu hanyalah bagian dari politik.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help