Kejari Eksekusi Mantan Sekretaris Disbudpar Sabang

Penyidik Kejari Sabang mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang menghukum Mariani SIP

Kejari Eksekusi Mantan Sekretaris Disbudpar Sabang

* Terlibat Korupsi Pengadaan Kapal Wisata

BANDA ACEH - Penyidik Kejari Sabang mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang menghukum Mariani SIP, mantan sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sabang dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan pada Senin (3/7).

Mariani selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) divonis bersalah melakukan korupsi dana pengadaan satu kapal wisata dengan kerugian negara Rp 317.724.000 dari total pagu Rp 1,9 miliar yang bersumber dana Otsus 2010. Putusan MA Nomor 573K/Pid.Sus/2017 keluar pada 11 Oktober 2017.

Kasipidsus Kejari Sabang, Satria Ferry SH MH melalui Jaksa Eksekutor, Mawardi SH kepada Serambi, menyampaikan eksekusi itu dilakukan untuk melaksanakan perintah putusan MA atas kasasi terdakwa Mariani. Putusan tersebut menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh. “Sebelum di eksekusi, kita sudah surati dan beliau diantar oleh keluarganya ke tempat eksekusi,” kata Mawardi.

Dia menambahkan, setelah diantar, pihaknya langsung mengeksekusi Mariani ke Cabang Rumah Tahan Negara (Rutan) Lhoknga, Aceh Besar, untuk menjalani hukuman. Dalam kasus ini, Mariani tidak sendirian. Ada sejumlah pihak yang terlibat seperti mantan Kadisbudpar Sabang selaku KPA, Drs Helmy Ali MM, Zulfikar selaku tenaga ahli atau rekanan, Muhammad Oemar Zein selaku rekanan/Direktur PT Istana Lautsa, Tuwanku Abdul Rahim selaku kuasa direktur, dan Ir Djoko S Sumitro selaku konsultan pengawas atau Direktur PT Mega Ocean Jaya.

Berdasarkan hasil persidangan, pengadaan kapal wisata pada Disbudpar Sabang terdapat perbedaan spesifikasi pengerjaan. Bahkan, kapal itu belum dilengkapi mesin sehingga tidak dapat diuji coba dan belum dilakukan pemeriksaan barang oleh panitia pemeriksa barang. Sementara pembayaran sudah dilakukan 100 persen.

Seharusnya mesin kapal yang sesuai dengan kontrak adalah merk Cummins MerCruiser Diesel Type 6BTA5.9-M (210 HP, 2600 RPM) pabrikan eropa, tapi mesin kapal yang terpasang adalah merk DongFeng Cummins Engine Company, Ltd, China, Engine Mode: 6CTA8.3-M240, Rated Speed: 2500/min.

Berdasarkan pemeriksaan tim ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Aceh ditemukan adanya kerugian keuangan negara dalam pengadaan kapal wisata tersebut sebesar Rp 317.724.000 dari total pagu Rp 1,9 miliar yang bersumber dana Otsus 2010.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved