Salam

Quo Vadis UIN Ar-Raniry?

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik Prof Dr H Warul Walidin AK MA sebagai Rektor Universitas Islam Negeri

Quo Vadis UIN Ar-Raniry?
IST
Prof Dr H Warul Walidin AK MA (kanan) dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry, Banda Aceh periode 2018-2022, di Jakarta, Senin (2/7/2018). 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik Prof Dr H Warul Walidin AK MA sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry periode 2018-2022, di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Senin (2/7) siang. Pada saat yang sama, Menag juga melantik Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof Ahmad Mujahidin.

Prof Warul Walidin yang kini tercatat pula sebagai Ketua Majelis Pendidikan Aceh (MPA), menggantikan Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, yang sudah memimpin perguruan tinggi Islam terbesar di Aceh itu sejak 2009 lalu, ketika lembaga tersebut masih bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry.

Banyak terobosan yang dilakukan oleh Prof Farid selama memimpin perguruan tinggi Islam itu, di antaranya yang paling fenomenal dan mendapat sambutan yang luar biasa dari segenap civitas akademika tersebut adalah lahirnya Perpres RI Nomor 64 Tahun 2013 tanggal 1 Oktober 2013 tentang berubahnya status IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry.

Seiring dengan perubahan status tersebut, jumlah fakultas dan program studi di lingkungan UIN Ar-Raniry juga ikut bertambah; dari sebelumnya hanya lima fakultas (Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Perguruan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, serta Fakultas Adab dan Humaniora), kini bertambah lima lagi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan).

Di samping 10 fakultas tersebut dengan ragam program studi di dalamnya, UIN Ar-Raniry kini juga memiliki Program Pascasarjana (PPs).

Barangkali karena itulah, Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya pada saat melantik Prof Walidin, sebagaimana dilaporkan media ini kemarin, kembali mengingatkan bahwa ada dua misi yang harus diemban Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yaitu: Pertama, membuktikan signifikansi peran dan kontribusi PTKI dalam menjawab kebutuhan kekinian, dan; Kedua, pengembangan moderasi beragama.

“Patut menjadi perhatian kita bersama, pengembangan PTKI di Tanah Air pada dekade ini harus bisa mengemban misi di tataran praktis dan empiris,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Terlepas dari harapan normatif Menag itu, kita juga ingin mengingat Prof Warul Walidin selaku Rektor UIN Ar-Raniry baru, agar selalu menjadikan lembaga perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Aceh ini sebagai universitas unggul dalam pengembangan dan pengintegrasian ilmu keislaman, sains, teknologi dan seni.

Oleh karena itu, dengan pengalaman dan kapasitas keilmuan yang dimilikinya, kita meyakini bahwa Prof Warul Walidin, tahu persis ke mana lembaga perguruan tinggi ini akan dibawa. Dan, kita tentunya meyakini pula bahwa ke depan UIN Ar-Raniry akan semakin maju. Selamat bertugas Prof Warul Walidin!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help