400 KK Terisolir di Nagan Raya

Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Dusun Imarah dan Sali, Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur

400 KK Terisolir di Nagan Raya
Satu unit truk pengangkut sawit terguling ke sungai di Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya akibat ambruknya jembatan. Foto direkam Rabu (4/7/2018) 

* Akibat Ambruk Jembatan Penghubung

SUKA MAKMUE - Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Dusun Imarah dan Sali, Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, sempat terisolir hingga Rabu (4/7) siang kemarin akibat ambruknya satu unit jembatan berkonstruksi kayu. Peristiwa tersebut terjadi saat jembatan tersebut dilalui oleh truk pengangkut kelapa sawit pada Selasa (3/7) malam, hingga menyebabkan satu unit truk terguling ke sungai.

Jembatan tersebut merupakan salah satu akses yang menghubungkan ke pusat kecamatan dari dua dusun itu. Namun demikian, pada hari itu juga pihak perusahaan yang ada di wilayah tersebut ikut membantu penanganan sementara agar akses warga tidak terganggu di daerah itu.

“Dalam peristiwa jatuhnya mobil pengangkut sawit akibat ambruknya jembatan kayu tidak ada korban jiwa, sedangkan sopir truk hanya mengalami luka ringan dan terkilir saja,” kata Sukardi, Keuchik Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, kepada Serambi, Rabu (4/7).

Ia menambahkan, jembatan tersebut sudah bertahun-tahun belum dibangun secara permanen oleh pemerintah setempat. Akibatnya, jembatan dari kayu itu pun lapuk di makan usia, sehingga mudah ambruk ketika dilintasi truk dengan banyak beban. “Kita berharap kepada pemerintah agar jembatan tersebut dapat dibangun secara permanen, sehingga warga yang ada di kawasan desa itu tidak terganggu lagi dan punya akses yang menghubungkan ke pusat kecamatan dan kabupaten,” harap Raja Sayang, anggota DPRK Nagan Raya.

Disebutkan, saat ini jembatan tersebut sudah ditangani sementara oleh pihak perusahaan. Namun, sepanjang jembatan yang permanen belum ada, warga tetap saja waswas karena berpeluang ambruk kembali jika ada beban berat di atasnya.

Saat ini terjadi kerusakan sejumlah badan jalan dan jembatan akibat bencana alam yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Nagan Raya, salah satunya seperti badan jalan di Desa Drin Tujoh, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya. Pembangunan jalan tersebut akan menggunakan dana APBN yang telah diusulkan oleh pemkab setempat. Sebab, APBK yang berjumlah minim tidak bisa diandalkan untuk proyek tersebut.

“Pemerintah Nagan Raya juga telah mengusulkan biaya yang dibutuhkan kepada Pemerintah Pusat untuk penanganan erosi Krueng Tripa dan Krueng Nagan dengan harapan tahun depan dapat tertangani di sejumlah titik yang dibutuhkan,” kata Bupati Nagan Raya, M Jamid Idham menjawab Serambi, Senin (2/7).

Terkait penanganan jembatan Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, pihaknya juga mengaku sudah mengusulkan ke pemerintah pusat. Sementara itu, badan jalan yang telah rusak akibat erosi Krueng Tripa merupakan kewenangan pihak provinsi.

Kondisi badan jalan lintas Kuala Tuha-Lamie di Desa Drin Tujoh, sebagian telah dikikis oleh ganasnya erosi Krueng Tripa. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat, agar badan jalan dapat diselamatkan dari ancaman erosi.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help