Mahasiswa Bawa Racun Tikus ke DPRA

Sekelompok mahasiswa dari berbagai universitas, Rabu (4/7), menggelar aksi di gedung DPRA

Mahasiswa Bawa Racun Tikus ke DPRA
MAHASISWA dari sejumlah universitas menyerahkan racun tikus saat melakukan demo ke DPRA menuntut penegak hukum mengusut kasus pemotongan dana bantuan pendidikan kepada mahasiswa, Rabu (4/7). 

* Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi Beasiswa

BANDA ACEH - Sekelompok mahasiswa dari berbagai universitas, Rabu (4/7), menggelar aksi di gedung DPRA, menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan pemotongan dana bantuan pendidikan bagi mahasiswa tahun 2017. Dalam aksi tersebut, mereka juga membawa racun tikus yang diletakkan di kaki tangga gedung DPRA.

“Racun tikus ini sengaja kami bawa satu bungkus untuk diletakkan di gedung DPRA. Ini aksi simbolik dari kami agar aparat penegak hukum di Aceh segera melakukan pengusutan terhadap oknum anggota legislatif atau eksekutif yang melakukan dugaan pemotongan dana bantuan mahasiswa tahun 2017,” kata Juru Bicara Kesatuan Mahasiswa Anti Korupsi (KeMAK), Razjis Fadli, dalam orasinya di hadapan seorang anggota DPRA, Tgk Abdullah Saleh.

Selain menuntut penegak hukum melakukan pengusutan, para mahasiswa juga meminta pihak eksekutif dalam hal ini Inspektorat dan LPSDM Aceh agar membuka dan membeberkan nama-nama penerima bantuan pendidikan dari usulan aspirasi anggota DPRA yang diduga ‘dipotong’. “Ini perlu untuk keterbukaan informasi publik, agar tidak menjadi polemik,” ujar Razjis Fadli didampingi Koordinator KeMAK, Teuku Muji Al-Furqan dan koordinator aksi Yulinda Wati.

Selain itu, mereka juga mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar mengeluarkan izin persetujuan pemeriksaan bagi anggota DPRA yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kepada penegak hukum, demi kelancaran proses hukum yang sedang berjalan jika diperlukan.

“Mari bersama-sama kita minta agar aparat penegak hukum secepatnya menyidik semua dugaan kasus korupsi atau rasuah yang terjadi di bumi Syariat Islam Aceh tercinta ini dengan tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRA Tgk Abdullah Saleh menyatakan sepakat dengan tuntutan yang disampaikan para mahasiswa dalam aksi tersebut. Namun ia meminta para mahasiswa agar tidak terlalu cepat menghakimi dan menuding ada anggota legislatif yang melakukan pemotongan.

Abdullah Saleh lantas mengungkapkan bahwa ada pihak yang memang dengan sengaja membocorkan hasil hasil pemeriksaan Inspektorat Aceh terkait dana bantuan beasiswa menyusul digulirkannya hak interpelasi terhadap Gubernur Aceh.

“Wakil Gubernur dan Kepala Inspektorat juga sudah kita mintai konfirmasi terkait dokumen tersebut dan mereka menyatakan dokumen itu bukan berasal dari mereka,” ujar Abdullah Saleh.

Meski demikian, dirinya tetap mempersilakan Polda Aceh melakukan pengusutan secara fair dan terbuka. “Tetapi kami minta, mahasiswa agar jangan terlalu cepat menghakimi atau menuding ada anggota legislatif yang terlibat,” demikian Abdullah Saleh.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved