Risiko Utang Indonesia Masih Tinggi, Begini Penjelasan Ekonom

Memang meningkat dibandingkan awal tahun 2018. Tapi, dua tahun terakhir, untuk tenor lima tahun yang tertingginya adalah 199 bps

Risiko Utang Indonesia Masih Tinggi, Begini Penjelasan Ekonom
Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) 

SERAMBINEWS.COM - Risiko utang Indonesia masih tinggi. Tercermin dari credit default swap (CDS) yang meningkat seiring laju pelemahan nilai tukar rupiah.CDS menandakan risiko utang Indonesia.

Mengutip Bloomberg, per Kamis (5/7/2018), untuk tenor lima tahun, CDS Indonesia berada di 137,706 basis poin (bps).

Turun dibandingkan kemarin yang sebesar 138,44 bps. Sementara itu, untuk tenor 10 tahun, CDS Indonesia berada di 216,76 bps. Angka ini naik dibandingkan kemarin yang sebesar 214,28 bps.

Bila dilihat setahun terakhir, baik untuk tenor lima tahun maupun 10 tahun, CDS mengalami tren kenaikan. Pada Januari 2018, keduanya mencetak rekor terendah.

Baca: Perang Dagang AS-China Dimulai Besok, Bagaimana Nasib Rupiah

CDS tenor lima tahun misalnya, sempat menyentuh level terendahnya, yakni 76,00 bps di awal tahun. Sementara, CDS tenor 10 tahun juga berada di level terendahnya, yakni 141 bps.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, meski berada dalam tren naik, CDS Indonesia belum mencapai titik tertingginya selama dua tahun.

“Memang meningkat dibandingkan awal tahun 2018. Tapi, dua tahun terakhir, untuk tenor lima tahun yang tertingginya adalah 199 bps. Sementara, untuk tenor 10 tahun, tertingginya 262 bps," ujarnya.

Ia mengatakan, meningkatnya CDS Indonesia adalah hal yang wajar.

Baca: Nasib Kapten Irwandi dan Kejutan Jelang Setahun Memimpin Aceh

Mengingat terjadi penguatan dollar Amerika Serikat menyebabkan risiko kredit di negara-negara emerging market yang mengandalkan pendanaan luar negeri cenderung meningkat.

“Bukan hanya Indonesia. misalnya India, tren CDS-nya persis sama. Memang ada kenaikan tapi belum risiko banget,” ucapnya.

Seiring dengan CDS yang meningkat, Lana mengatakan, investor asing ramai-ramaikeluar dari pasar obligasi Indonesia untuk sementara karena khawatir terhadap risiko kerugian kurs.(*)

Baca: Mobil Ferrari Seharga Miliaran Rupiah Hancur Sesaat Setelah Keluar Dari Diler, Dikemudi Wanita

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Risiko utang Indonesia meningkat, tapi masih wajar

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved