DAS Krueng Trang Diduga Tercemar Limbah

Warga Desa Babah Dua Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya meminta pihak pemerintah kabupaten

DAS Krueng Trang Diduga Tercemar Limbah
Air Krueng Trang yang berada di Desa Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya tercemar limbah buangan dari PT Beurata Subur Persada. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan pengolahan buah kelapa sawit, Kamis (5/7) SERAMBI/RISKI BINTANG 

SUKA MAKMUE - Warga Desa Babah Dua Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya meminta pihak pemerintah kabupaten setempat untuk menindak pabrik pengolah sawit PT Beurata Subur Persada (BSP) yang diduga membuang limbah ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Trang.

Pantauan Serambi kemarin terlihat perubahan warna air akibat limbah yang dialirkan ke dalam sungai tersebut menjadi putih kecokelatan, sekeliling aliran tersebut juga terlihat mulai keruh. Menurut beberapa masyarakat desa setempat yang ditemui Serambi, mengatakan apabila yang dilakukan pihak perusahaan sangat merugikan masyarakat yang menjadikan Sungai Krueng Trang sebagai sumber kehidupan saat musim kemarau melanda.

“Ini lagi musim kemarau, sungai itu dijadikan tempat memperoleh air bersih bukan cuma Desa Babah Dua tapi juga beberapa desa tetangga, ini dia malah dibuang limbah ke sungai, sama dengan ingin merugikan masyarakat,” jelas seorang warga.

Menurutnya perusahaan tersebut juga sudah beberapa kali mendapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Nagan Raya terkait limbah yang dialirkan ke Sungai Krueng Trang. Warga berharap sikap tegas Pemkab Nagan Raya dalam mengeksekusi perusahaan nakal yang merusak lingkungan.

Masyarakat juga meminta pemerintah tidak menutup mata atas kondisi sungai yang tercemar limbah tersebut. Sementara itu Manager PT BSP Tarmizi yang dihubungi Serambi melalui telepon seluler, Kamis (5/7) tidak memberi jawaban terkait dugaan pencemaran DAS Krueng Trang yang disebabkan limbah PT BSP.

Anggota DPRK Nagan Raya T Cut Man mendesak pemerintah tegas karena menurutnya perusahaan tersebut sudah dikategorikan perusahaan yang tidak memedulikan lingkungan.

“Kemarin kita sudah sidak ke perusahaan tersebut bersama Kadis DLHK dan Kapolsek, perusahaan tersebut juga sudah ditegur oleh Dinas LHK Nagan Raya,” jelasnya kepada Serambi, Kamis (5/7). Ia mempertanyakan sikap dari pemerintah karena selama ini dinilai lemah bahkan sampai teguran tidak dipedulikan oleh perusahaan.

“Perusahaan sudah seenaknya, pemerintah saja tidak dihargai, tapi pemerintah kenapa malah diam,” ungkapnya.(c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help