Haji Uma Tekankan Pentingnya Komitmen dan Sinergisasi dalam Mewujudkan Program Waste to Energy

KOMITE II DPD RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pembahasan terkait implementasi Perpres No. 35 Tahun 2018

Haji Uma Tekankan Pentingnya Komitmen dan Sinergisasi dalam Mewujudkan Program Waste to Energy

KOMITE II DPD RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pembahasan terkait implementasi Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, di Gedung DPD RI Jakarta, Rabu (4/7).

Lahirnya Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 12 April 2018 lalu, merupakan langkah maju bagi percepatan realisasi pengelolaan dan pengolahan sampah sebagai sumberdaya energi secara terintegrasi. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dipandang sebagai solusi atas permasalahan sampah yang selama ini menjadi beban daerah. H Sudirman, Senator asal Aceh yang memberi pandangannya pada RDP tersebut, menyambut baik dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah terkait Program Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan berdasarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018.

Namun Senator yang populer disapa Haji Uma ini, menekankan, dalam upaya percepatanprogram tersebut dibutuhkan komitmen dan dukungan masif dari semua pihak. Menurutnya, komitmen semua pihak terkait adalah investasi bagi terwujudnya program ini. Selain itu, semua pihak terkait, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupuninstitusi lain termasuk PLN harus memiliki kesepahaman yang sama dan berjalan secara sinergis.

“Harus terbangun kesepahaman, komitmen dan sinergisitas yang masif dari semua pihakterkait. Ini adalah bagian dari aspek penting dan faktor kunci yang menentukan terwujudnya Program Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Sebagai Sumber Daya Energi Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan”, ujar H Sudirman.

Sementara itu, Komite II DPD RI berkomitmen untuk mendukung percepatan program Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi ListrikBerbasis Teknologi Ramah Lingkungan sesuai Perpres Nomor 35 Tahun 2018 sebagai langkah mengurangi dan membenahi pengolahan sampah guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas kebersihan linkungan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Parlindungan Purba, Ketua Komite II DPD RI. Rapat Dengar Pendapat yang digelar oleh Komite II DPD RI ini, dihadiri sejumlah pejabat direktorat jenderal dan deputi dari kementerian terkait, perwakilan Dirut PT PLN (Persero) dan institusi terkait lainnya serta unsur Pejabat Pemerintah Daerah dari Provinsi DKI Jakarta dan perwakilan walikota dari 11 kota yang tersebut dalam Perpres No. 35 tahun 2018.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help