Mengapa Kentang Goreng Bisa Bikin Ketagihan? Simak Penjelasannya

Ada alasan mengapa Anda kerap memilih french fries ukuran large dan sulit untuk berhenti memakannya.

Mengapa Kentang Goreng Bisa Bikin Ketagihan? Simak Penjelasannya
Resep dan Masakan

SERAMBINEWS.COM - Ada alasan mengapa Anda kerap memilih french fries ukuran large dan sulit untuk berhenti memakannya.

Kentang goreng di restoran cepat saji bukan sekadar kentang yang digoreng. Setiap batang kentang telah diolah dan mengandung bahan-bahan yang membuat nafsu makan meningkat.

Kentang goreng dikemas dengan minyak nabati (minyak canola, minyak jagung, minyak kedelai, minyak kedelai terhidrogenasi) yang memberi aroma sangat nikmat, rasa daging sapi alami, dekstrosa, asam natrium pirofosfat, dan garam.

Dan “pelaku” yang paling bertanggung jawab untuk menumbuhkan kecanduan adalah rasa daging sapi yang mungkin belum pernah Anda bayangkan ada dalam kentang goreng.

Baca: Jadi Makanan Pelengkap, Kerupuk Ternyata Jahat Bagi Tubuh

Baca: Tak Hanya Susu Kental Manis, 3 Makanan Berlabel Sehat Ini Juga Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan

Gandum terhidrolisis dan susu terhidrolisis juga menjadikan rasa kentang goreng semakin gurih. Sementara gandum dan susu adalah bahan yang sehat, namun proses hidrolisis yang menggunakan panas dan bahan kimia akan menghancurkan nutrisi alami makanan dan menghasilkan MSG, yang menghasilkan penambah selera.

MSG mampu meningkatkan nafsu makan dengan cara menghambat otak mengirimkan sinyal kenyang. Salah satu studi menemukan bahwa pemberian MSG pada tikus laboratorium mampu meningkatkan asupan makanannya sebesar 40 persen dan itu dinilai juga berlaku pada manusia. Itulah sebabnya mengapa kentang goreng cepat saji terasa begitu nikmat.

Baca: Hentikan Kebiasaan Makan Nasi Bersama Mi Instan, Ini Bahaya yang Mengancam Tubuh

Baca: Mendagri Tunjuk Nova Jadi Pj Gubernur

Baca: PNA Yakin Irwandi tak Bersalah

Walau kentang goreng di restoran cepat saji dapat menjadi salah satu kenikmatan hidup, sayangnya studi sebelumnya oleh American Journal of Clinical Nutrition menghubungkan antara makan kentang goreng cepat saji porsi besar setidaknya dua kali seminggu dengan peningkatan risiko kematian dini.

Walau kentang goreng bukan penyebab langsung kematian, namun kandungan kalori yang tinggi, lemak jenuh, dan garam dalam kentang goreng dapat mengurangi kesehatan seseorang dengan meningkatkan risiko obesitas maupun hipertensi.

Namun kabar baiknya, para penggemar kentang goreng dapat merayakan fakta bahwa sayuran memiliki jumlah serat, mikronutrien dan vitamin yang sehat, yang menyeimbangkan indeks glikemik tinggi dari kentang goreng.

Itu sebabnya, perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai penyeimbang makanan cepat saji.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Kentang Goreng Bikin Ketagihan?"

 

Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help