Tafakur

Senang Orang Susah

Sudah lazim terjadi dalam hidup di dunia ini, banyak insan mengidap penyakit dengki yang kronis dan akut

Senang Orang Susah

Oleh: Jarjani Usman

“Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR. Abu Daud).

Sudah lazim terjadi dalam hidup di dunia ini, banyak insan mengidap penyakit dengki yang kronis dan akut. Bahkan penyakit itu dibiarkan menggerogoti diri sendiri, sehingga merusak perasaan dan amalan. Di antara cirinya adalah selalu muncul perasaan senang di saat orang lain susah dan susah di saat orang lain senang.

Di saat orang lain memperoleh suatu kebaikan atau nikmat Allah, maunya kebaikan itu tercabut dari orang lain dan beralih kepada pendengki itu sendiri. Bila perasaan demikian sudah muncul dalam diri kita, maka harus waspadai dan berusaha untuk segera mengobati diri sendiri. Sebagaimana kata ahli, usaha dari diri sendiri untuk memperbaiki keadaan diri akan sangat memberi besar dibandingkan usaha orang lain. Meskipun disarankan obat dan olah raga serta mengubah kebiasaan hidup oleh dokter, akan sulit menyembuhkan penyakit bila diri sendiri tak berusaha untuk melakukannya.

Lebih-lebih penyakit dengki yang bersemayam di hati, yang tak akan pernah sembuh bila tidak dengan usaha dan tekad sendiri. Antara lain dengan mengingat kerugian yang teramat besar yang dialami sendiri. Hilangnya amalan yang telah dilakukan, akan sangat merugikan saat kematian tiba dan menuju kampung abadi di akhirat. Belum lagi muncul keinginan-keinginan untuk melakukan kejahatan lainnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help