Home »

News

Luar Negeri

Cara Hidup Bebas dari Kaum Komunis, Inilah Kisah Seorang Pengungsi Vietnam dalam Buku Hariannya

Karena terkesan mendengar keberanian mereka dan karena dorongan keluarga saya, saya mulai petualangan ini.

Cara Hidup Bebas dari Kaum Komunis, Inilah Kisah Seorang Pengungsi Vietnam dalam Buku Hariannya

SERAMBINEWS.COM -  Perkenalkan diri dulu: Luang Hoang Giao (23 tahun) mahasiswa hukum tingkat tiga; Duong Manh Tien (24 tahun) arsitek; Nguyen Ngoc Trai (24 tahun), mahasiswa tingkat empat fakuitas arsitektur, Universitas Saigon; Nguyen Hong Phuc (24 tahuh) juga mahasiswa arsitektur tingkat empat merangkap nakhoda/pemilik kapal dan pengambil inisiatip untuk melarikan diri dari Vietnam.

Persiapan

Cerita saya mulai pada tahun baru Tet 19 Februari 1977. Teman adik laki-laki saya mengatakan bahwa ia sedang mempersiapkan diri untuk melarikan diri dari Vietnam dengan kapal sungai.

Tak lama kemudian saya mendengar bahwa kapal itu kandas ketika air surut di delta Mekong. Semua penumpang ditahan dan dimasukkan ke penjara oleh kaum komunis.

Karena terkesan mendengar keberanian mereka dan karena dorongan keluarga saya, saya mulai petualangan ini. Dengan bantuan seorang teman baik, Dun, pertengahan bulan Maret saya berhasil membeli sebuah kapal sungai tua.

Baca: Santri Aceh Laporkan Akun ‘Woe Siat’ ke Polda, Dinilai Menghina Ulama Saat Komentari Kasus Irwandi

Dengan harga yang terlalu tinggi kami juga berhasil membeli motor satu silinder. Dung membawa kapal itu ke Chau Doc, sebuah kota dekat perbatasan Kamboja. Di situ kapal tersebut diperbaiki dan dipasangi motor.

Pada tanggal 1 Mei kuliah di universitas berhenti dan saya pergi ke Dung di Chau Doc. Pada tanggal 12 Mei ada pertemuan di perbatasan. Dung dan saya mempersiapkan kapal secepat mungkin.

Pada tanggal 20 Mei  kami berangkat. Kami berangkat ke Cantho. Di sana Dung, Biao dan saya sendiri memperkenalkan diri sebagai pedagang. Di pinggir sungai Mekong kami menjual kelapa, buah dan kayu bakar.

Saya mencari tahu mengenai rute di pantai. Kesulitan yang paling besar ialah kontrol komunis di sepanjang pantai dan air dangkal dekat muara. Kami harus melarikan diri pada waktu malam kalau air pasang. Tanggal terbaik ialah 6 Juli.

Karena ada petunjuk bahwa orang komunis tahu tentang rencana kami, kami terpaksa berangkat lebih cepat, yakni tanggal 4 Juli.

Baca: Jalan Tergenang, Pengendara Terganggu

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help