Ikut Pileg, Sejumlah Keuchik akan Mundur

Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) yang akan berlangsung 2019 nanti, sejumlah keuchik di Banda Aceh akan mundur

Ikut Pileg, Sejumlah Keuchik akan Mundur
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Bupati Aceh Jaya, Drs T Irfan TB menyamatkan tanda jabatan kepada keuchik pada acara pelantikan bersam di Aula Kantor Camat Setia Bakti Senin (29/1/2018). 

* Pemko Diminta Siapkan Pengganti

BANDA ACEH - Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) yang akan berlangsung 2019 nanti, sejumlah keuchik di Banda Aceh akan mundur karena mengikuti kontestasi tersebut. Pemko Banda Aceh pun diminta segera menyiapkan penggantinya.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi A DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST kepada Serambi, Jumat (6/7). Ia meminta Pemko segera menyiapkan pengganti keuchik yang mundur supaya tidak terjadi kekosongan pimpinan di gampong.

“Para keuchik yang maju sebagai calon anggota legislatif secara otomatis akan mengundurkan diri. Jadi jangan sampai keikutsertaan mereka menghambat pembangunan di gampong, maka harus disiapkan pengganti dari sekarang,” ujar Irwansyah.

Dia meminta Wali Kota Banda Aceh, Kepala DPMG, Camat, hingga Tuha Peut Gampong untuk memperhatikan masalah itu. Menurutnya, pendaftaran caleg pada partai akan berlangsung 4-17 Juli 2018, saat bersamaan mereka yang berprofesi sebagai keuchik harus ikut melampirkan surat pengunduran diri.

“Sebagai komisi yang membidangi pemerintahan dan juga gampong di DPRK, maka kami menyarankan agar para keuchik yang sudah mengambil sikap untuk maju pada Pemilu 2019 segera mengundurkan diri, maka kini tugas tuha peut gampong untuk melakukan musyawarah dan menetapkan penggantinya atau pejabat sementara,” ujar Irwansyah.

Dia menambahkan, keharusan para keuchik mundur jika ingin mengikuti pemilihan legislatif tertuang dalam peraturan menteri dalam negeri maupun UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Sebab keuchik yang maju jadi calon anggota legislatif secara otomatis akan menjadi anggota partai politik, dan hal itu dilarang dalam aturan desa.

Dikatakan, menyiapkan pengganti sejak jauh hari supaya tidak ada kekosongan jabatan nantinya. Sehingga pembangunan gampong, penyerapan dana desa, hingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help