Kopi Aceh Laris di Pameran Harganas

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Aceh mengikuti Pameran dan Gelar Dagang

Kopi Aceh Laris di Pameran Harganas
KETUA Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dan Plt Kepala BkkbN Pusat, Sigit Priohutomo, mencicipi kopi yang dipamerkan di Stan Perwakilan BkkbN Aceh pada Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka peringatan Harganas Ke-25 di kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (6/7) pagi. FOTO IST 

BANDA ACEH – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Aceh mengikuti Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-25 di Kota Manado, Sulawesi Utara, 5-7 Juli 2018. Dari sejumlah kerajinan dan makanan khas Aceh yang dipamerkan dan dijual pada stan yang berlokasi di kawasan Megamas, Kota Manado itu, kopi Aceh merupakan barang terlaris atau paling diminati pengunjung.

Kerajinan khas Aceh yang dipamerkan pada acara tersebut antara lain, baju, peci, dompet, dan tas. Sedangkan makanan di antaranya kue bhoi, kopi Gayo, dan keukarah. “Dari semua barang yang kita pamerkan, kopi Aceh paling laris. Hampir semua tamu yang singgah ke stan kita mencoba kopi Aceh,” kata Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Drs Sahidal Kastri Mpd, seperti dikutip dalam siaran pers dikirim kepada Serambi tadi malam.

Bahkan, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dan Plt Kepala BkkbN Pusat, Sigit Priohutomo, bersama Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK), Dr dr M Yani MKes PKK serta sejumlah pejabat lainnya yang singgah ke stan BkkbN Aceh seusai pembukaan pameran tersebut, Jumat (6/7) pagi, ikut mencicipi kopi Aceh yang disajikan dalam beberapa rasa.

Menurut Sahidal, tingginya permintaan terhadap hasil kerajinan Aceh pada acara seperti Harganas merupakan bukti bahwa produk industri kecil dan industri rumah tangga masyarakat Aceh sudah bisa bersaing dan mempunyai daya jual di tingkat nasional. Untuk itu, sambungnya, ke depan perlu dukungan lebih besar lagi dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Tujuannya, agar produk kerajinan tersebut makin berkembang baik dari segi corak dan bentuk, serta kualitasnya.

“Sehingga hasil kerajinan tangan dari Aceh makin dikenal di Nusantara dan bahkan internasional,” ungkap Sahidal didampingi Kabid Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin) BkkbN Aceh, Faridah SE MM. Ditambahkan, pihaknya juga siap membantu kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dalam mengembangkan usahanya dengan mencoba mencari bapak angkat dari BUMN dan BUMD, serta perbankan. “Kita akan terus membina Kelompok UPPKS dalam hal pemasaran, kemasan, dan manajemen,” ujar Sahidal. (rel/sal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved