OTT KPK di Aceh

KPK Cekal Steffy Burase, Nizarli, dan 2 Lainnya, 6 Bulan tak Boleh ke Luar Negeri, Ini Alasannya

“Pihak-pihak tersebut perlu dicegah ke luar negeri (LN) agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan,”

KPK Cekal Steffy Burase, Nizarli, dan 2 Lainnya, 6 Bulan tak Boleh ke Luar Negeri, Ini Alasannya
Kolase serambinews.com/intagram
Kolase foto Steffy Burase 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekal empat orang yang diduga memiliki hubungan dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, untuk berpergian ke luar negeri.

Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah, Sabtu (7/7/2018) menyampaikan pencekalan berlangsung selama enam bulan terhitung dari Jumat (6/7/2018).

Pencekalan itu mengacu pada Pasal 12 UU KPK.

Baca: Sempat Hilang, Akun Instagram Steffy Burase Kembali Aktif, Diduga Ini Penyebabnya

Mereka yang dicekal adalah, Nizarli (Kepala Unit Layanan Pengadaaan/ULP Aceh), Rizal Aswandi (mantan Kadis PU Aceh), Fenny Steffy Burase (EO Aceh Meraton 2018), dan Teuku Fadhilatul Amri.

“Pihak-pihak tersebut perlu dicegah ke luar negeri (LN) agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan,” kata Febri Diansyah.

Sebelumnya KPK menetapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Tahun Anggaran 2018.

Baca: Steffy Burase Doakan Irwandi Yusuf: Dia Sangat Mencintai Rakyatnya

Selain Irwandi, KPK juga menetapkan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, Ajudan Gubernur Aceh, Hendri Yuzal, dan pengusaha, T Saiful Bahri sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

KPK mempunyai bukti dugaan suap untuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar dari Bupati Bener Meriah di antaranya digunakan untuk biaya medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, di kantor KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

KPK menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Aceh yang turut membantu kelancaran penyidikan ini.

Dia menjelaskan penyidikan yang dilakukan KPK semata-mata untuk proses penegakan hukum.

“Perlu kita pahami bersama, apa yang dilakukan KPK saat ini adalah semata-mata proses penegakan hukum. Penyidikan dan penahanan dilakukan dengan dasar kekuatan bukti,” kata Febri. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help