Lapak di Pasar Induk Cureh tak Mencukupi

Rencana pemindahan (relokasi) pedagang dari Pasar Pagi Bireuen ke Pasar Induk Cureh di Desa Geulanggang Gampong

Lapak di Pasar Induk Cureh tak Mencukupi
WAGUB Aceh, Nova Iriansyah melihat ikan teri putih Medan yang mau dibelinya saat meninjau pasar Lambaro, Aceh Besar menjelang meugang Lebaran, Rabu (13/6). 

BIREUEN - Rencana pemindahan (relokasi) pedagang dari Pasar Pagi Bireuen ke Pasar Induk Cureh di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang oleh Pemkab Bireuen direncanakan dilakukan pada 10 Juli ini. Hal itu sesuai rencana dan kesepakatan bersama antara pedagang dan Pemkab beberapa waktu lalu.

Pantauan Serambi, Jumat (6/7) kemarin, sejumlah pedagang mulai membersihkan lapak dagangannya di komplek Pasar Induk Cureh. Baik pedagang ikan, pedagang sayuran, maupun para pedagang lainnya. Mereka juga menuliskan namanya sebagai tanda pada kios dan lapak dagangan milik mereka dengan cat pilok.

Selain itu, ada juga pedagang yang memberi tanda lapak dagangannya di pinggir jalan komplek pasar induk dengan menulis namanya pakai cat pilok merah, hitam, dan putih, di aspal. Bahkan, ada pedagang yang berani dan mulai membuat lapak dagangannya dengan kayu dan besi rangka baja di tanah kosong dekat dinding kios yang dibangun Pemkab Bireuen.

Ironisnya, meskipun rencana relokasi pedagang ke Pasar Induk Cureh segera dilakukan, namun masih ada pedagang yang belum mendapatkan lapak dagangannya di pasar baru tersebut. Sehingga pedagang itu pun resah dan mengeluh karena barang dagangannya tidak tahu harus diangkut kemana.

Safwan, pedagang sayuran asal Lhok Awe, Kota Juang kepada Serambi mengaku, dirinya belum mendapat lapak di Pasar Induk Cureh. Selama ini, ia mengaku berjualan sayuran di Pasar Pagi Bireuen yang berada di depan RSUD dr Fauziah.

Untuk bisa melanjutkan usaha dagangannya, saat ini Safwan berjualan sayur keliling dengan mobil pikap miliknya. “Saya berharap dapat lapak yang memadai untuk saya jualan sayuran di Pasar baru Cureh. Karena saya ada barang berbagai jenis sayuran setiap hari mencapai satu ton,” ujar Safwan saat ditemui Serambi di Pasar Induk Cureh, Jumat (6/7) siang.

Sementara itu, untuk mengangkut barang pedagang dari pasar pagi ke Pasar Induk Cureh, Kodim 0111/Bireuen menyediakan beberapa truk reo gratis kepada pedagang. Truk-truk tersebut diparkirkan di Jalan Pasar Pagi, tepatnya depan Makoramil 01 Kota Juang. Di pintu belakang truk milik TNI itu dituliskan; ‘truk ini siap angkut barang pedagang ke pasar baru gratis’.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help