Lhokseumawe Andalkan Fasilitas Eks Arun

Kota Lhokseumawe mengandalkan fasilitas yang ada di komplek perumahan eks PT Arun Batuphat, Kecamatan Muara Satu

Lhokseumawe Andalkan Fasilitas Eks Arun
Ketua Tim Veifiaksi Persiapan PORA XIV 2022, Faisal, didamping Ketua KONI Lhokseumawe Abdurrahman menijual sejumlah sarana olahraga di Kota Lhokseumae, Jumat (6/7).SERAMBI/SAIFUL BAHRI 

LHOKSEUMAE – Kota Lhokseumawe mengandalkan fasilitas yang ada di komplek perumahan eks PT Arun Batuphat, Kecamatan Muara Satu, bila terpilih menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tahun 2022.

Kecuali sarana olahraga, rumah yang telah ditinggalkan oleh para karyawan perusahaan pengolah gas itu, juga bisa ditempati atlet dari berbagai daerah di Provinsi Aceh. Sehingga, fasilitas mereka terhitung komplik jika menggelar even empat tahunan itu.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya didampingi Ketua Umum KONI Lhokseumawe, Abdurraman Biro menyebutkan, sejak terbentuknya daerah tersebut pada tahun 2001 lalu, belum pernah sekalipun menjadi tuan rumah PORA. Karena itu, untuk PORA XIV pihaknya berani mengajukan diri sebagai calon tuan rumah.

“Selama 17 tahun berdirinya Kota Lhokseumawe, kita belum pernah sama sekali menjadi tuan rumah PORA. Untuk itu, kita berharap semoga ini menjadi pertimbangan KONI daerah, dan Pengprov guna memilih kita. Apalagi, fasilitas yang kita miliki memang standar nasional,” ungkap Suaidi.

Di samping itu, dia juga mengakui, kalau sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kota Lhokseumawe sangat memadai. Terutama fasilitas yang ada di komplek eks PT Arun. “Di dalam komplek, mencapai 60 persen fasilitas sarana olahraga. Seperti stadion sepak bola yang pernah digunakan untuk berbagai even besar di Aceh. Kemudian kolam renang, tenis lapangan, hall bulu tangkis, dan lainnya. Di samping itu, atlet akan bisa menempati rumah-rumah yang sudah ditinggalkan karyawan, sehingga proses pelaksanaan sejumlah cabang yang ada di dalam komplek akan lebih terpusat nantinya,” jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga mengandalkan berbagai fasiltas gedung yang bisa digunakan untuk sejumlah cabang olahraga seperti untuk cabang bela diri ada GOR Unimal, gedung Sukma Bangsa, Politeknik, IAIN, dan lainnya. “Termasuk adanya GOR tertutup untuk voli yang terletak di Jalan Elak. Intinya, hampir semua fasilitas untuk seluruh cabang yang dipertandingkan di PORA sudah ada di Kota Lhokseumaewe,” sebutnya.

Selain itu, dipastikan Suaidi, pihaknya juga telah mempersiapkan 20 hektare lahan untuk pembangunan Sport Center, meskipun saat ini yang sudah selesai pembebasan lahan baru enam hekter. “Satu hal lagi yang sangat mendukung digelar PORA di Kota Lhokseumawe, tersedia penginapan, tingkat hotel hingga wisma yang memadai.Hingga para kontingen dan juga masyarakat Aceh yang ingin menyaksikan PORA, dipastikan tidak kesulitan mencari penginapan,” paparnya.

Ditambahkan, bila nantinya PORA disetujui digelar di Lhokseumawe pada tahun 2022 mendatang, maka pihaknya akan fokus untuk membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya. Sehingga, saat dimulai PORA tidak ada lagi sarana yang tidak tersedia. “Kita berkomitmen terhadap hal ini,” pungkas Suaidi Yahya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi, Ir H Faisal Saifuddin menyebutkan, untuk tahun ini ada lima calon yang mengajukan diri menjadi tuan rumah. Untuk proses verifikasi, yang baru dilakukan di Kota Langsa. Sehingga Kota Lhokseumawe merupakan calon tuan rumah yang kedua.

Hasil peninjauan, dia mengakui fasilitas yang ada di Kota Lhokseumawe sangat mendukung. “Jadi saya mengakui, Lhokseumame sangat berpotensi untuk digelar PORA di tahun 2022 mendatang,” katanya pasti.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help