Tafakur

Pendekatan Lembut

Kebijaksanaan seseorang bisa dilihat saat ia sedang marah. Terutama dalam menghadapi suatu masalah

Pendekatan Lembut
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Berkat rahmat Allah kamu (Muhammad) bersikap lemah lembut kepada mereka. Sekiranya kamu kasar lagi keras hati, niscaya mereka akan menjauhi kamu. Karena itu, maafkanlah mereka, dan mohon ampunlah untuk mereka, serta bermusyawarahlah dengan mereka” (QS Ali Imran: 159).

Kebijaksanaan seseorang bisa dilihat saat ia sedang marah. Terutama dalam menghadapi suatu masalah, apakah ia berusaha menghadapinya dengan hati yang dingin, atau menambah-nambah runcing masalah hingga menimbulkan permusuhan di kalangan manusia. Rasulullah SAW pernah memberi banyak contoh bagaimana menyelesaikan permasalahan, termasuk di antaranya dengan pendekatan lembut.

Suatu ketika Rasulullah SAW dicaci dan bahkan dilempar oleh orang-orang yang membenci dakwahnya. Sampai-sampai Rasul terluka dan berdarah. Namun Rasulullah tetap memaafkan mereka. Demikian juga saat dicaci maki oleh Yahudi buta, Rasulullah malah berbuat baik kepadanya. Rasul lebih menekankan rasa cinta, kasih sayang dan akhlak dari pada cara-cara yang penuh kekerasan. Ternyata hasilnya luar biasa. Cara-caranya dikagumi orang-orang yang pernah memusuhinya, sehingga banyak di antara kemudian mereka memilih ajaran yang dibawa Rasul.

Cara yang dilakukan Rasulullah SAW mungkin berat untuk diikuti seratus persen. Namun sekurang-kurangnya, kita bisa berusaha untuk melakukannya hingga taraf yang mampu, seperti berlemah lembut dengan sesama. Tidak semua kekerasan harus dilawan dengan kekerasan. Apalagi dalam menghadapi orang-orang yang sesama iman, yang tentunya perlu mengedepankan cara-cara persuasif.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help