Proyek Sekolah Baru Terancam Gagal

Pembangunan sejumlah unit sekolah baru (USB) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diksdikbud) Kota Subulussalam

Proyek Sekolah Baru  Terancam Gagal
Kolase Serambinews
Ilustrasi dana otsus Aceh 

SUBULUSSALAM - Pembangunan sejumlah unit sekolah baru (USB) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diksdikbud) Kota Subulussalam yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun ini terancam gagal.

Kondisi ini merupakan ekses dari operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan tiga orang lainnya oleh KPK beberapa hari lalu yang berdampak pada penyegelan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Kantor Biro Pengadaan Barang Setda Aceh.

Kepala Disdikbud Kota Subulussalam Irwan Yasin kepada Serambi mengakui setidaknya ada delapan paket proyek pembangunan sekolah baru di daerahnya yang didanai DOKA. Ketika dikonfirmasi, Irwan mengaku khawatir jika penyegelan ULP akan berdampak pada kelanjutan proyek pembangunan sekolah di daerah itu.

Kendati demikian, Irwan tetap berharap agar pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Dikatakan, sejumlah sekolah baru yang telah diplot dalam DOKA yakni gedung bertingkat SMP Negeri 1 Simpang Kiri, SDN Tanah Tumbuh, SDN Tualang, SDN Harapan Baru, SDN Geruguh, SDN Kuala Keppeng dan SDN Lae Mate.

Selain itu ada pula beberapa proyek lainnya dari APBA. Untuk SMPN 1 Simpang Kiri, nilai anggaran mencapai Rp 3 miliar lebih.

“Memang khawatir juga kita bisa berdampak pada kelanjutan pembangunan sekolah di daerah kita. Mudah-mudahan tidak berlarutlah,” ujar Irwan.

Sebelumnya, Irwan mengatakan beberapa desa yang menjadi lokasi proyek DOKA belum pernah memiliki gedung sekolah namun tahun ini, hal tersebut sejatinya akan diwujudkan seperti di Tanah Tumbuh.(lid)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help