Unsam Perkenalkan Perangkap Nyamuk

Tim pemenang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) mahasiswa program studi (Prodi) Kimia

Unsam Perkenalkan Perangkap Nyamuk
Rektor Universitas Samudra, Drs Bachtiar Akob MPd, melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat fungsional dan strukturan Universitas Samudra, Selasa (22/7) di aula Fakultas Hukum. SERAMBI/ZUBIR

* Atasi Demam Berdarah

LANGSA - Tim pemenang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) mahasiswa program studi (Prodi) Kimia Jurusan MIPA Fakultas Teknik Universitas Samudra (Unsam) Langsa, memperkenalkan cara pembuatan alat perangkap nyamuk kepada masyarakat Gampong Matang Panyang, Kecamatan Langsa Timur.

Ketua tim, Rahayu, yang didampingi anggota, Silvia Ningsih, dan Fatira Golda Nehru, kepada Serambi, Jumat (6/7) menyebutkan, prinsip pembuatan alat perangkap nyamuk ini berdasarkan proses fermentasi dari ragi dan gula merah yang menghasilkan gas CO2, sehingga dapat menarik nyamuk untuk masuk ke dalam alat perangkap tersebut.

“Kegiatan PKM-M merupakan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Alat yang kami perkenalkan ini adalah solusi yang diberikan kepada masyarakat Gampong Panyang untuk mengatasi permasalahan nyamuk,” ujarnya.

Rahayu menambahkan, keadaan selokan (saluran air) yang kurang bersih dan dipenuhi semak-semak, sampah, mengakibatkan aliran air tidak lancar sehingga menjadi sarang dan tempat berkembangbiaknya nyamuk. Kondisi lingkungan yang demikian tentu berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Masalah kesehatan saat ini seperti kasus demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan berbagai penyakit lainnya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Oleh karenanya kita berharap masyarakat memanfaatkan alat ini untuk membasmi nyamuk di rumah mereka masing-masing,” papar Rahayu.

Dijelaskan mahasiswa teknik ini, kegiatan di gampong itu meliputi dua tahap, yaitu sosialisasi tentang bahaya nyamuk dan dampak penggunaan pembasmi nyamuk yang mengandung bahan kimia. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alat perangkap nyamuk menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan, yaitu ragi dan gula merah.

Menurut Rahayu, kegiatan PKM-M ini merupakan program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ditjen Belmawa Kemenristekdikti) RI, untuk memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia dengan tujuan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari di kampus dapat dimanfaatkan kepada masyarakat luas.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut, karena melalui kegiatanini mereka mendapatkan informasi baru mengenai cara membasmi nyamuk dengan menggunakan bahan yang sangat sederhana dan dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini terlihat dari besarnya keingintahuan masyarakat melalui beberapa pertanyaan yang dilontarkan selama kegiatan berlangsung. Bahkan mereka ingin mencoba langsung bagaimana cara membuat perangkap nyamuk agar dapat dipraktikkan di rumah masing-masing.

Ide Kreatif
Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menjaga kesehatan dari bahaya nyamuk, dengan memanfaatkan bahan alami. Selain itu, kegiatan PKM-M ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa khususnya Prodi Kimia Jurusan MIiPA Fakultas Teknik, Unsam Langsa, untuk menerapkan hasil penelitian kepada masyarakat luas.

Pada kesempatan itu, Koordinator Program Studi Kimia Fakultas Teknik Unsam Langsa, Puji Wahyuningsih, menyampaikan bahwa PKM-M merupakan program yang mampu meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide kreatif, yang dapat dijadikan sebagai solusi bagi permasalahan masyarakat saat ini.(zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help