Unsur Pengajaran Dalam Cerita Anak

Karya sastra begitu luas cakupannya. Sastra tidak hanya diperuntukkan untuk kalangan remaja dan kalangan dewasa saja

Unsur Pengajaran Dalam Cerita Anak
Ratusan anakTK dan PAUD antusias mendengarkan dongeng Kak Bimo. SERAMBI/MUHAMMAD NASIR 

Oleh: Nurhaida, S.Pd., S.Psi., Pengkaji Kebahasaan di Balai Bahasa Aceh

Karya sastra begitu luas cakupannya. Sastra tidak hanya diperuntukkan untuk kalangan remaja dan kalangan dewasa saja, anak-anak pun dapat menikmati karya sastra dalam berbagai bentuk seperti dongeng maupun cerpen. Karya sastra yang ada dalam berbagai bentuk dapat dinikmati oleh anak-anak.

Sastra dapat memberikan berbagai pengajaran kepada anak melalui pesanpesan yang terdapat di dalamnya. Sastra, kata para ahli, berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi. Kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta. Akar kata sas- dalam kata kerja turunan berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi. Akhiran trabiasanya menunjukkan alat, sarana. Maka dari itu, sastra dapat berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran misalnya silpasastra, buku arsitektur; kamasastra, buku petunjuk mengenai seni cinta.

Awalan suberarti baik, indah sehingga susastra dapat dibandingkan dengan bellesletters (Teeuw dalam Sugihastuti, 1996). Cerita anak-anak yang kini tersebar dan banyak dibaca adalah sastra, arahan, petunjuk, dan instruksi dengan penyampaian yang indah (Sugihastuti, 1996). Munculnya cerita-cerita yang ditujukan untuk anak-anak dapat menjadi media bagi anak untuk mengetahui pesan-pesan yang terdapat dalam suatu cerita. Cerita-cerita tersebut dapat dibaca oleh anak dari berbagai media terutama media yang diperuntukkan khusus untuk anakanak seperti cerita-cerita yang terdapat dalam majalah anak-anak.

Pesan-pesan dalam ceritacerita tersebut dapat memberikan pengajaran kepada anak mengenai kehidupan ini. Salah satu cerita anak yang dapat memberikan pesan kepada anak untuk bertanggungjawab terhadap amanah yang dipercayakan kepadanya terdapat dalam cerpen berjudul Dompet Merah karya Siti Jumaroh Aji yang dimuat dalam majalah Bobo yang terbit tanggal 18 Juli 2013. Cerita dalam cerpen tersebut bermula ketika Kimi yang menjadi anak yang dipercayai menjadi bendahara untuk memegang uang kas di kelasnya mulai menggunakan uang tersebut untuk membeli keperluan untuk dirinya. Awalnya

Kimi menggunakan uang yang terdapat dalam dompet merah yang merupakan uang kas yang dipercayakan kepadanya untuk membeli makanan dan minuman bersama teman-temannya. Kimi menggunakan uang tersebut tanpa sepengetahuan teman-temannya. Uang saku Kimi tidak cukup untuk membeli makanan dan minuman seperti yang dibeli oleh temantemannya sehingga ia tergiur untuk menggunakan uang kas yang diamanahkan kepadanya.

Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini. “Mi ayam dan es teh manis lima ya, Mang!” teriak Raya. Kimi membuka tasnya dan meraba dompet merahnya. “Mi ayam dan es teh manis berarti Rp7.000. Uangku hanya Rp2.000,” Kimi berpikir keras. “Hanya pinjam Rp.5.000. Besok asti akan aku ganti dengan uang sakuku,” bisik hati Kimi.Sepulang dari sekolah, teman Kimi yang bernama Sita mengajak Kimi dan temantemannya yang lain untuk pergi ke mini market.

Kimi pun kembali menggunakan uang kas yang terdapat dalam dompet merah untuk ikut membeli cologne bersama teman-temannya seperti digambarkan dalam kutipan berikut ini. “Temani aku ke mini market dulu, ya!” ajak Sita keesokan harinya, sepulang sekolah. “Cologne-nya ada lima macam, beli satuan, yuk!” seru Raya setelah mereka berkeliling mini market. Bergantian mereka menghirup aroma cologne tersebut. Akhirnya Kimi pun ikut membeli cologne dengan uang dari dompetmerahnya lagi.

Selama beberapa kali Kimi masih dapatmenutupi uang kas kelas yang dipinjamnya dengan uang saku mingguannya ketika ia membeli makanan dan minuman serta beberapa keperluan yang harganya murah. Akan tetapi, kebiasaan menggunakan uang kas secara terus menerus membuatnya kewalahan karena uang saku mingguannya sudah tidak dapat lagi menutupi kekurangan uang yang dipinjamnya dari uang kas kelas.

Kepanikan yang dirasakan Kimi ketika uang yang dimilikinya tidak cukup untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya terdapat dalam kutipan berikut ini. Hingga pada suatu kali, uang sakunya tak lagi dapat menutupi uang yang dipakainya. Kimi kaget. Setelah dihitung, uang yang harus dikembalikan masih kurang Rp40.000.

Padahal, seluruh uang sakunya untuk minggu itu, telah dimasukkan ke dompet merah. Kimi panik, karena besok Bu Nira akan memeriksa buku catatannya. Kimi pun menyesali perbuatannya yang telah menggunakan uang kas untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu diperlukannya.Ia berusaha mencari sisa uang yang dimilikinya untuk menutupi kekurangan uang kas kelas yang digunakannya seperti terdapat dalam kutipan di bawah ini.

Dengan hati resah, Kimi mencari-cari sisa uang dalam tas, di meja belajar, bahkan di kolong tempat tidurnya. Tetapi sia-sia. Kimi hanya berhasil mendapatkan Rp2.000. Kimi menatap sedih buku komik dan jam tangan baru yang selalu disembunyikannya agar tak diketahui Mama. Diam-diam, Kimi tersedu menyesali perbuatannya.Setelah mengalami mimpi buruk karena menyesali perbuatannya yang telah menggunakan uang kas kelas, Kimi meminta maaf kepada mamanya dan menceritakan masalah yang dihadapinya kepada mama.

Mama meminta Kimi untuk bertanggung jawab terhadap perbuatannya yang telah menggunakan uang kas kelas untuk keperluan pribadinya. anggung jawab yang diajarkan mama Kimi kepada Kimi digambarkan dalam kutipan berikut ini. “Oke!” desah Mama kemudian. “Mama sungguh kecewa dengan perbuatanmu itu.

Tapi kamu sudah besar, jadi kamu harus bertanggungjawab! Besok, ceritakan kepada Bu Nira seperti yang kamu ceritakan pada Mama tadi. Sekarang kamu tidur, kita bicarakan lagi besok. Jangan lupa baca doa!” Cerita anak di atas berisikan pengajaran kepada anak untuk bertanggungjawab terhadap amanah yang dipercayakan kepadanya sehingga ketika anak kelak menjadi orang dewasa ia dapat menjadi orang yang dapat dipercaya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved