Opini

Hikayat Korupsi dan Ironi Politik

DENGAN nada yang tidak terbantahkan, juga tidak dibantah oleh lawan bicara empat matanya

Hikayat Korupsi dan Ironi Politik
(Kompas.com/Reza Jurnaliston)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bener Meriah Ahmadi Usai diperiksa oleh KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018).(Reza Jurnaliston) 

Oleh Iqbal Ahmady M. Daud

Katakan kepadaku bahwa aku berbohong kepadamu. Saat aku berkata, bahwa apa pun yang aku lakukan adalah untuk kebaikan rakyatku, warga kotaku New Jersey. Semua, yang kulakukan untuk mereka. (Wali Kota Carmine Polito dalam American Hustle)

DENGAN nada yang tidak terbantahkan, juga tidak dibantah oleh lawan bicara empat matanya, Sang Walikota mengucapkan pernyataan tersebut dengan perasaan penuh amarah yang tidak dapat ditutupi. Ucapan yang menyiratkan dedikasi kuat untuk rakyat yang dipimpinnya, loyalitas dalam jabatan yang diembannya.

Polito yang diperankan oleh Jeremy Renner dalam film American Hustle merupakan penggambaran dari pribumi berpengaruh dan kuat yang menjadi wali kota selama 10 tahun. Pria yang sangat dicintai dan tidak akan pernah menyerah untuk rakyatnya. Semua orang mencintai pria ini, dia memiliki hati yang lapang. Seorang pemimpin kota yang mempunyai integritas, humanis dan bertanggung jawab penuh dengan amanah yang diembannya.

Tidak mudah sebenarnya untuk menjadi pemimpin suatu wilayah, diperlukan banyak variabel pendukung. Selain memerlukan kapasitas, kompetensi dan kebijaksanaan tetapi juga membutuhkan pengorbanan maksimal serta rela melakukan apa saja demi rakyatnya. James MacGregor Burns menjelaskan bahwa para pemimpin menciptakan kondisi di mana masyarakat dapat mewujudkan kebutuhan sejati, aspirasi dan nilai. Tetapi pilihan menjadi pejabat publik esensinya adalah melayani publik/rakyat dengan segenap rasa pengabdian serta sepenuhnya rasa dedikasi.

Tragedi politik
Kisah Carmine Polito, sang wali kota berdedikasi, bukanlah cerita yang happy ending. Kalimat sentimental diawal tulisan mengenai film American Hustle tidak berakhir seperti film drama Korea. Film based on true story yang diangkat dari kisah operasi ABSCAM FBI pada akhir 1970-an dan awal 1980-an itu berakhir tragis. Kisah si “pria yang paling dicintai” oleh seluruh warga kota itu ditutup dengan sebuah tragedi politik yang memilukan. Carmine Polito ditangkap oleh pihak berwenang dengan tuduhan melakukan perbuatan melanggar hukum, Dia terindikasi melakukan perbuatan yang digolongkan dalam tindakan korupsi, yaitu penyuapan.

Sebelum mengutuk Polito sebagai cap bajingan atau stempel penjahat, kita harus tahu terlebih dulu dasar perbuatannya itu. Ia “terpaksa” melakukan penyuapan kepada beberapa pihak untuk memuluskan pembangunan kembali proyek hotel, casino dan resorts Atlantic City, sebuah proyek mercusuar sebagai jawaban dari masalah pengangguran dan upaya membangkitkan ekonomi penduduk kota yang dicintainya.

Keadaan dan sistem birokrasi yang telah rusak, memaksanya melakukan hal yang melanggar hukum demi kelancaran program visioner untuk kemaslahatan rakyat. Sialnya Polito tertangkap tangan, dan otomatis label “pemimpin korup” melekat padanya. Padahal ia hanya menjadi perumpamaan yang tepat dari adagium Nietzsche dalam Beyond Good and Evil, “Apa yang dilakukan demi cinta selalu terjadi di luar kebaikan dan kejahatan”.

Gambaran ini pun sering terjadi di negara kita. Cukup sering kita mendengar atau membaca berita tentang penangkapan pejabat yang terlibat kasus rasuah. Pemberitaan tentang korupsi menjadi langganan tajuk utama banyak media besar. Kasus yang terkini, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dijemput oleh KPK di Meuligoe Kegubernuran Aceh.

Tempat sakral kediaman para pemimpin Aceh tersebut seakan menjadi saksi bisu dari betapa ironisnya tragedi yang terjadi. Menunjukkan bahwa politik dalam kepemimpinan kepemerintahan tidak bisa ditafsirkan secara harfiah. Sang Captain terjerat dugaan permainan anggaran proyek otonomi khusus Aceh, yang ironinya masyarakat baru saja terpesona dengan “mazhab hana fee” yang dipropagandakannya. Menjadi pelengkap, di tempat terpisah Bupati Bener Meriah Ahmadi, juga ditahan KPK untuk kasus yang sama.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved