Aceh Tawarkan Kemudahan Investasi di KEK Arun

Pemerintah Aceh menawarkan kemudahan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe

Aceh Tawarkan Kemudahan Investasi di KEK Arun
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe. 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menawarkan kemudahan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe kepada delegasi India dalam pertemuan di ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Banda Aceh, Senin (9/7). Delegasi India dipimpin Duta Besar negara itu untuk Indonesia, Pradeep Kumar.

“Kepada investor yang berkomitmen berinvestasi minimal Rp1 triliun dan bisa menyerap minimal 1.000 tenaga kerja, maka diberi kemudahan izin hanya dalam tiga jam,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Aceh, Aulia Sofyan dalam paparannya saat pertemuan itu.

Sedangkan Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa dalam bidang perdagangan, Aceh dan India memiliki hubungan sangat baik. Bahkan, saat ini India merupakan tujuan utama dan terbesar ekspor Aceh untuk komoditi nonmigas.

“Sepanjang Januari-Maret ekspor nonmigas Aceh ke India tercatat senilai 12,88 juta dolar AS, disusul Thailand 7,72 juta dolar AS, Tiongkok 6,67 juta dolar AS, Vietnam 1,72 juta dolar AS, dan Malaysia senilai 456 ribu dolar AS,” sebut Sekda, seperti dikutip dalam siaran pers yang dikirim kepada Serambi kemarin.

Sekda juga menyampaikan terima kasih masyarakat Aceh kepada Pemerintah India atas dukungan yang baik selama ini. Di masa mendatang, Sekda berharap hubungan ini dapat ditingkatkan lagi melalui investasi usaha, sehingga Aceh dan India dapat membangun kekuatan ekonomi yang strategis di wilayah Asia.

Lebih lanjut, Sekda juga menjelaskan hubungan Aceh dan India sudah terjalin jauh sebelum Indonesia berkembang saat ini karena secara geografis kedua wilayah sangat berdekatan. Tidak heran jika budaya yang berkembang di Aceh juga banyak yang memiliki kesamaan dengan budaya India, termasuk jenis makanan, ragam seni, peradaban Islam, dan beberapa hal lainnya.

Sebelumnya, Sekda juga menerima kunjungan Konsulat Jenderal Turki Herry Sudrajat dan rombongan dan rombongan di ruang kerjanya. Sama dengan Dubes India, kehadiran Herry dan rombongan adalah untuk membicarakan sejumlah peluang investasi di Aceh.

Terkait penandatangan kesepakatan Shared Vision of India-Indonesia Maritime Cooperation in the Indo-Pacific berkaitan kerja sama membangun hubungan kedua negara dalam bidang maritim yang sudah ditandatangani Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri India, Narendra Modi belum lama ini, kata Sekda secara maritim hubungan Indonesia dan India memang sangatlah dekat.

“Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya kalau shared vision tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk peningkatan konektivitas antar wilayah. Salah satunya mendekatkan hubungan antara Kepulauan Andaman dan Nicobar di wilayah India dengan Pulau Sabang di wilayah NKRI. Kalau konektivitas ini dapat kita tingkatkan, kami yakin akan mampu memberi pengaruh besar terhadap sektor bisnis dan pariwisata kedua wilayah,” imbuh Dermawan.

Sekda menambahkan, faktor kedekatan ini dapat pula dimanfaatkan untuk pengembangan investasi dan pengelolaan Kawasan Perdagangan bebas Pelabuhan Sabang, karena lokasinya yang sangat strategis di antara kedua negara. Kemudian Sekda memaparkan beberapa sektor usaha yang menarik dikembangkan di wilayah Sabang, antara lain Pariwisata, Perikanan, dan Pengembangan Pelabuhan.

Sekda meyakini, jika kalangan dunia usaha India mau berinvestasi di wilayah Sabang, maka kawasan tersebut dapat menjelma menjadi kawasan sebagai lokasi bisnis yang strategis.

“Untuk itu, pada kesempatan ini, tentu sangat menarik kalau kita membincangkan berbagai hal yang dapat dikelola bersama antara kalangan dunia usaha India dan Pemerintah Aceh. Kami percaya, jika kita dapat membangun konektivitas yang lebih baik, niscaya India dan Indonesia akan semakin maju dan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi di wilayah Asia,” pungkas Sekda. (sal/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved