DPRA Tetap Minta Hasil Pansus Dibaca

Anggota DPRA yang menghadiri rapat antara pimpinan dewan dengan para ketua fraksi dan ketua komisi

DPRA Tetap Minta Hasil Pansus Dibaca
DOK.DPRA
Sulaiman Abda 

* Plt Gubernur Diminta Hadir

BANDA ACEH - Anggota DPRA yang menghadiri rapat antara pimpinan dewan dengan para ketua fraksi dan ketua komisi di ruang badan musyawarah dewan, Senin (9/7), tetap meminta kepada pimpinan dewan untuk membacakan laporan hasil berbagai temuan Pansus dalam sidang paripurna. Temuan Pansus yang diharapkan dibaca tersebut, mulai dari 6 sampai 10.

“Karena mayoritas ketua fraksi dan komisi yang hadir dalam rapat pimpinan tetap meminta sisa laporan hasil pansus dibacakan, maka rapat pimpinan dewan pada hari Senin (8/7) menjadwalkan kembali rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil pansus DPRA terhadap LHP BPK RI mengenai APBA 2017, pada Kamis (12/7) atau Jumat (13/7), “ kata Waki Ketua I DPRA Sulaiman Abda kepada Serambi seusai rapat, Senin (9/7).

Sulaiman Abda mengatakan, rapat pimpinan dewan dihadiri sejumlah ketua fraksi dan komisi. Di antaranya Ketua Fraksi Demokrat H T Ibrahim, Ketua Fraksi Gerindra/PKS Abdurrahman Ahmad, Ketua Fraksi Partai Aceh Iskandar Usman Al Farlaki, Ketua Fraksi Partai Golkar Juriat Supardjo, Ketua Komisi III Effendi, dan anggota Bamus lainnya.

Ada beberapa agenda rapat pimpinan itu. Pertama, terkait dilanjutkan atau tidak penyampaian hasil laporan Pansus 6 - 10 dalam sidang paripurna Istimewa. Sedangkan 4 Pansus lainnya sudah dibacakan laporannya. Agenda kedua, mengevaluasi pembahasan rancangan qanun prioritas legislasi 2018 yang sudah ditetapkan sebanyak 17 raqan. Selain itu, ada juga beberapa masalah penting lainnya.

“Semua anggota meminta dilanjutkan pembacaan hasil Pansus dengan catatan sidang paripurnanya harus dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah,” tandas Sulaiman.

Sedangkan jadwal sidang paripurna kemungkinan Kamis (12/7) atau Jumat (13/7). Selain itu, Sekwan A Hamid Zein juga diminta untuk mengontak Nova Iriansyah dan diundang kembali untuk mendengar laporan hasil Pansus 6 - 10 yang belum selesai dibacakan pekan kemarin.

Dikatakan, paripurna harus dihadiri Plt Gubernur supaya rekomendasi Pansus terhadap berbagai temuan dapat didengar langsung dan ditindaklanjuti oleh SKPA.

Agenda rapat kedua yang dibahas pimpinan dewan bersama ketua fraksi dan komisi mengevaluasi kinerja Pansus dan komisi yang telah ditugaskan pimpinan dewan untuk membahas 17 rancangan qanun prioritas tahun 2018. “Untuk memastikan apakah dari 17 raqan prioritas tersebut, ada yang sudah final dan bisa disahkan menjadi qanun dalam sidang paripurna bulan ini,” tandasnya.

Dikatakan, masing-masing komisi dan Pansus yang telah diberikan tugas dalam rapat pimpinan dewan harus bisa memberikan laporan hasil kerja pembahasan raqan prioritas yang ditanganinya kepada pimpinan dewan. Menurut hasil pantauan di Sekretariat DPRA dan Banleg DPRA, dari 17 raqan prioritas tahun 2018, belum ada satu pun raqan yang dilaporkan kepada pimpinan dewan untuk disahkan dalam sidang paripurna dalam waktu dekat. Sementara sisa waktu kerja tahun anggaran 2018 efektifnya hanya 4 bulan lagi.

Dalam sisa waktu kerja 4 bulan ke depan diharapkan ada berapa raqan yang bisa disahkan DPRA. “Karena itulah dilakukan rapat pimpinan DPRA dengan ketua frakai dan komisi untuk mengetahui berapa buah qanun yang bisa disahkan sampai akhir tahun 2018 nanti, “ ujar Sulaiman Abda.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help