Angin Rusak Puluhan Rumah

Hujan deras yang diserta angin kencang menerjang Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh sejak dua hari terakhir

Angin Rusak Puluhan Rumah
Petugas memindahkan pohon cemara yang tumbang dan melintang di badan jalan di kawasan tepi kali Gampong Lambhuk, Banda Aceh, Selasa (10/7). Dalam peristiwa tersebut Bustanil Arifin (30) meninggal dunia akibat menabrak pohon yang tumbang.

* Di Aceh Besar dan Banda Aceh

BANDA ACEH - Hujan deras yang diserta angin kencang menerjang Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh sejak dua hari terakhir menyebabkan rumah penduduk, perkantoran, fasilitas publik serta pohon-pohon di pinggir jalan bertumbangan.

Dari laporan yang diperoleh Serambi, hujan dan angin kencang yang terjadi di Banda Aceh telah mengakibatkan tiga rumah warga di Kecamatan Baiturrahman tertimpa pohon serta bagian atap rumahnya diterbangkan angin. Dua

dari tiga rumah warga itu, masing-masing satu rumah milik Rawita Sakti di Neusu Jaya dan satu rumah milik Hendra, di Gampong Peuniti. Kedua rumah itu mengalami rusak. Lalu musibah lainnya, atap rumah warga di Jalan Seulawah Agam, Seutui, terempas angin dan menimpa rumah yang disewa Ernawati (40).

“Kami minta seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan keluar kalau memang tidak ada keperluan mendadak serta jangan berteduh di bawah pohon besar,” ujar Camat Baiturrahman, M Rizal SSTP, kepada Serambi, Selasa (10/7).

Lalu di Kecamatan Baiturrahman, pohon tumbang terjadi di pinggir Jalan Syech Muda Wali, Banda Aceh (depan Dinkes dan BPM Aceh) Blangpadang, Selasa (10/7) sekitar pukul 13.30 WIB. Pohon tumbang itu menutupi seluruh badan jalan. Namun, dari seluruh kejadian itu, tidak ada korban jiwa. Laporan lainnya yang diterima Serambi, angin kencang juga memecahkan kaca lantai dua Kantor Camat Ulee Kareng Selasa (10/7) siang.

Di Aceh Besar, dampak angin kencang selama dua hari, Senin dan Selasa (9-10/7), dilaporkan terjadi di sembilan kecamatan. Laporan itu diterima Serambi dari laporan Pusdalops-PB Aceh Besar yang disampaikan Plt Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi. Menurutnya, dari sembilan kecamatan itu, masing-masing terjadi di Kecamatan Darul Kamal, Sukamakmur, Baitussalam, Kota Jantho, Peukan Bada, Simpang Tiga, Ingin Jaya, Darul Imarah, Indrapuri dan di Kuta Cot Glie. “Atap rumah, puskesmas, kios, dan warung milik warga serta puluhan pohon tumbang di sembilan kecamatan itu, belum ada laporan korban jiwa,” pungkas Ridwan.

Peristiwa angin kencang menyisakan duka bagi keluarga Muhammad alias Pak Puteh (50). Menantunya Bustanil Arifin (30) meninggal dalam peristiwa angin kencang saat sepeda motor Satria F BL 6874 LR yang dikendarainya menabrak pohon cemara yang tumbang menutupi jalan pinggir tanggul Desa Lambhuk. “Korban pagi itu hendak berjualan ke Peunayong. Itu aktivitas yang rutin dilakukan almarhum setiap paginya. Korban diduga meninggal di lokasi yang tidak terpaut jauh dari rumah mertuanya,” kata Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi SE MM.

Ia mengatakan sekitar pukul 09.30 WIB almarhum dibawa ke Ie Alang, Kuta Cot Glie dan dikebumikan di sana. “Korban baru menikah Oktober 2017 lalu dengan Putri, anaknya pak Puteh,” pungkas Mawardi.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help