India Hingga Jepang, 10 Negara dengan Angkatan Laut Terbaik dan Paling Kuat di Dunia

Mereka memiliki sekitar 148.000 personil aktif, hampir tiga kali lipat personil aktif Japan Maritime Self-Defense Force.

India Hingga Jepang, 10 Negara dengan Angkatan Laut Terbaik dan Paling Kuat di Dunia
Intisari online
US Navy and Japan Maritime Self-Defense Force. 

Angkatan Laut Kerajaan menawarkan armada kapal yang dimodernisasi, semuanya dibangun di Kerajaan Inggris kecuali satu kapal, Pelindung HMS.

Armadanya termasuk 1 kapal induk, 4 kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir, 6 kapal selam armada bertenaga nuklir, 3 kapal perang amfibi, 6 kapal perusak, 13 frigat, 3 kapal patroli lepas pantai, 13 pencari ranjau, 18 kapal patroli cepat, 4 kapal survei, dan 1 pemecah es (Pelindung HMS yang disebutkan di atas).

Baca: Semi Final Piala Dunia 2018 - Prediksi Kroasia Vs Inggris, Data dan Fakta Pertandingan

4. Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force)

Japan Maritime Self-Defense Force secara resmi dibentuk pada tahun 1954, beberapa tahun setelah Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dihapuskan setelah Perang Dunia II.

Mereka memiliki hampir 51.000 personel aktif dan memiliki armada terdiri lebih dari 150 kapal dan lebih dari 300 pesawat, menjadikannya salah satu kekuatan angkatan laut terbesar di dunia.

Japan Maritime Self-Defense Force meliputi 17 kapal selam serang, 26 kapal perusak, 10 frigat, 4 kapal perusak helikopter, 6 korvet, 3 kapal pendaratan, 2 kapal pendarat, 25 kapal penanggulangan penambangan, 6 kapal patroli, dan 8 kapal pelatihan.

3. Rusia (Angkatan Laut Rusia)

Secara resmi dibentuk pada tahun 1992 setelah pembubaran Uni Soviet, Angkatan Laut Rusia saat ini adalah salah satu kekuatan angkatan laut terbesar di dunia.

Mereka memiliki sekitar 148.000 personil aktif, hampir tiga kali lipat personil aktif Japan Maritime Self-Defense Force.

Armada utama Angkatan Laut Rusia terdiri dari 1 kapal induk, 1 battlecruiser, 3 kapal penjelajah, 13 kapal perusak, 8 frigat, 78 korvet, 17 kapal selam serang SSN, 22 kapal selam serang SSK, 13 kapal selam rudal balistik, 7 kapal selam rudal jelajah, 3 kapal selam tujuan khusus, 19 kapal pendaratan kapal, 32 kapal pendarat, 14 kapal tujuan khusus, 41 kapal patroli, dan 47 kapal penanggulangan penambangan.

2. China (Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat)

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat telah berkembang pesat menjadi salah satu kekuatan angkatan laut paling kuat di dunia.

Mereka memiliki jumlah terbesar kombatan utama dari angkatan laut manapun dan memiliki lebih dari 250.000 personel aktif, satu-satunya nomor kedua ke AS.

Baca: Sosok Mantan Istri Ketiga Sultan Brunei, Pernikahannya Secara Diam-diam dan Beda Usia 33 Tahun

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat terdiri dari 1 kapal induk, 5 dermaga transportasi amfibi, 1 platform pendaratan seluler, 32 kapal pendaratan kapal, 31 kapal pendarat menengah, 8 kapal selam serang SSN, 55 kapal selam serang SSK, 5 balistik kapal selam rudal, 2 kapal selam eksperimental, 34 kapal perusak, 51 frigat, 42 korvet, 109 perahu rudal, 94 pemburu kapal selam, 17 kapal perang, 29 kapal penanggulangan penambangan, 12 kapal pengisian ulang, dan lebih dari 200 kapal tambahan.

1. Amerika Serikat (Angkatan Laut Amerika Serikat)

Angkatan Laut Amerika Serikat disebut sebagai angkatan laut terbaik dan paling kuat di dunia.

Saat ini, mereka memiliki lebih dari 300.000 personel aktif dengan 100.000 cadangan lainnya.

Daftar kapal yang ditugaskan Angkatan Laut Amerika Serikat termasuk 11 kapal induk, 9 kapal penyerang amfibi, 2 kapal komando amfibi, 11 dermaga transportasi amfibi, 52 kapal selam serang, 14 kapal selam rudal balistik, 4 kapal selam rudal, 1 kapal fregat klasik, 22 kapal penjelajah, 65 kapal perusak, 12 kapal pendaratan dermaga, 1 pangkalan mobile ekspedisi, 10 kapal tempur littoral, 11 kapal penanggulangan penambangan, 13 kapal patroli, dan 2 kapal selam tender.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Tidak Ada Korea Utara, Inilah 10 Negara dengan Angkatan Laut Terbaik dan Paling Kuat di Dunia

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help