OJK Banyak Terima Pengaduan Uang Nasabah Berkurang di Bank

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh banyak menerima pengaduan terkait berkurangnya uang nasabah di industri

OJK Banyak Terima Pengaduan Uang Nasabah Berkurang di Bank
PEMIMPIN Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar (tiga kiri) berbincang dengan Kepala OJK Aceh, Aulia Fadly (kanan) dalam kunjungan silaturahmi, di Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (10/7). 

BANDA ACEH - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh banyak menerima pengaduan terkait berkurangnya uang nasabah di industri jasa keuangan seperti perbankan. Padahal menurut nasabah tersebut, dirinya tidak melakukan penarikan apapun namun uang ditabungannya berkurang.

“Terkait penanganan nasabah seperti ini, biasanya nasabah komunikasi dulu sama bank, setelah itu baru dengan OJK, apabila jawaban yang diperoleh dari Bank tidak memuaskan. Banyak laporan yang kita terima itu tembusan dari nasabah,” kata Kepala OJK Aceh, Aulia Fadly saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Selasa (10/7).

Dalam kunjungan yang juga dihadiri Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Aceh, Yusri dan Pengawas Bank OJK Aceh, Rizki Oddie ini diterima oleh Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar, dan Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali.

Aulia Fadly menambahkan pengaduan yang diterima oleh nasabah akan dicatat pada sebuah sistem untuk dapat dipantau secara bersama-sama proses pengaduannya. Sementara apabila pengaduan yang diterima langsung ke OJK bukan tembusan, maka pihaknya akan menerbitkan surat kepada bank atau industri jasa keuangan tersebut, agar memberikan jawaban terhadap pengaduan itu.

“Yang sering kami terima itu misalnya dananya berkurang. Si nasabah merasa tidak melakukan transaksi tersebut tapi dananya berkurang. Setelah dicek dan klarifikasi dengan bank itu, si nasabah tanpa sadar memberikan pinnya kepada orang lain. Istilahnya seperti ada yang hipnotis,” paparnya.

Ia menambahkan terhadap segala keluhan masyarakat terkait dengan jasa industri keuangan pihaknya akan melakukan mediasi. Jika nilainya di bawah Rp 500 juta akan difasilitasi oleh OJK, namun jika di atas Rp 500 juta, maka nasabah dianggap mampu untuk menyewa pengacara sendiri. “Kebanyakan pengaduan-pengaduan selama ini selesai sampai tahap mediasi,” tutupnya. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help