Pelatda PON 2020 Dimulai

Langkah cepat diambil KONI Aceh menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua

Pelatda PON 2020 Dimulai
ATLET Pelatda berfoto bersama dengan Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar setelah mengikuti pembukaan Pelatda kemarin. 

BANDA ACEH - Langkah cepat diambil KONI Aceh menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Guna menjaga prestasi di pesta empat tahun tersebut, induk olahraga Tanah Rencong menggelar Pelatda.

Kemarin, KONI Aceh secara resmi membuka Pelatda PON di halaman GOR KONI. Dalam pelatihan terpadu tersebut, KONI Aceh meluncurkan program atlet yang masuk sentralisasi, dan desantralisasi. Mereka semuanya berjumlah 117 orang.

Ketua Pelatda KONI Aceh, H Bachtiar Hasan Mpd menjelaskan, bahwa latihan para atlet berprestasi tersebut sudah dimulai sejak April 2018 lalu. Namun, baru pada Juli ini pihaknya meresmikan Pelatda tersebut. “KONI Aceh banyak agenda yang harus dilakukan seperti bidding PORA, sehingga pada kesempatan ini baru bisa kita resmikan,” tegas Ketua Harian PASI Aceh itu.

Bachtiar menambahkah, adapun atlet yang ikut serta dalam Pelatda sentralisasi sebanyak 47 atlet, dan 16 pelatih. Mereka ini berasal dari 13 cabang olahraga. Sedangkan atlet desentralisasi sebanyak 70 atlet, dan 29 pelatih berasal dari delapan cabang olahraga. “Mereka yang ikut Pelatda sentralisasi adalah atlet yang meraih medali emas di PON 2016 Jawa Barat, dan Kejurnas di tahun 2017,” ungkap Sekum Persani Aceh.

Sementara mereka yang ikut Pelatda desentralisasi adalah atlet yang potensial atau atlet lapisan kedua. Untuk atlet sentralisasi latihannya di pusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya dan GOR KONI Aceh. Sedangkan atlet desentralisasi mereka berlatih di daerah masing-masing.

Pada kesempatan itu, Bachtiar menegaskan, pihaknya tetap memantau kegiatan atlet desentralisasi melalui tim monitoring, dan evaluasi (monev). Hal ini harus tetap dilakukan supaya mereka bisa menjaga prestasi. Sehingga, pada PON 2020 di Papua nanti, mereka bisa menyumbang medali emas.

Sementara Sekum KONI Aceh, M Nasir MAP yang dihubungi Serambi tadi malam menjelaskan, bahwa Pelatda ini merupakan lanjutan dari tahun 2017. Karena, selepas pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat, KONI Aceh langsung menggelar Pelatda untuk peraih medali dalam pesta multievent tersebut.

Ketua Harian KONI Aceh, H Kamaruddin Abu Bakar mengatakan, bahwa persaingan prestasi ke depan semakin berat. Untuk itu, para atlet yang ikut Pelatda baik sentralisasi maupun desantralisasi harus benar-benar serius, dan maksimal. “Kita ingin dalam PON 2020 Papua mendatang, Aceh harus bisa mempertahankan prestasi sebagaimana di Jawa Barat lalu,” tegas Sekjen Partai Aceh itu.

Abu Razak–sapaan akrab Kamaruddin Abu Bakar-- berharap kepada pelatih, dan atlet serius berlatih agar cita-cita KONI Aceh menjaga prestasi, atau kalau bisa meningkat daripada pelaksanaan PON 2016 lalu.

“Hari ini pelatih dan atlet harus bersungguh–sungguh dan tanggung jawab mengikuti pemusatan latihan ini. Saya tegaskan kepada pelatih agar terus meningkatkan kemampuan teknis dan fisik atlet,” tegas Abu Razak.

Abu Razak mengingatkan pada PON Jawa Barat 2016 yang lalu, Aceh meraih posisi 17 dari 34 propinsi. Maka pada PON Ke-20, Aceh harus memperbaiki posisinya lebih baik lagi. “Prestasi akan tercapai dengan kesungguhan kita bersama plus latihan serius. Mudah-mudahan kita bisa berjaya di Tanah Papua,” demikian Ketua Harian KONI Aceh.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved