Diduga Tipu Jamaah, Oknum Dai Ditahan

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe hingga Kamis (12/7) masih menahan Sy (28), oknum dai (penceramah)

Diduga Tipu Jamaah, Oknum Dai Ditahan
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe hingga Kamis (12/7) masih menahan Sy (28), oknum dai (penceramah) asal Asahan, Sumatera Utara, atas dugaan menipu jamaah pada sejumlah masjid di Medan dan Aceh. Modusnya, pelaku mengumpulkan sumbangan dari jamaah untuk membeli Alquran yang akan dibagikan kepada mualaf. Tapi, kuat dugaan dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi oknum dai tersebut.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha kemarin menjelaskan, sesuai keterangan tersangka, pengumpulan dana dari jamaah masjid sudah dilakukannya sekitar enam bulan. Masjid yang didatangi tersangka mulai dari wilayah Medan, hingga Langsa, Idi Rayeuk, dan terakhir di Lhokseumawe. “Kita prediksi lebih dari 10 masjid, tapi kami masih mendata masjid-masjid mana saja yang didatangi pelaku,” ujarnya.

Dikatakan, kasus ini mencuat berawal saat Sy bersama timnya berceramah di Masjid Al-Azhar, Desa Pusong, Lhokseumawe, Minggu (8/7) pagi. “Di masjid tersebut, tersangka memaparkan tentang bahaya pemurtadan. Di akhir ceramahnya, Sy mengajak jamaah menyumbang dana untuk pembelian Alquran yang akan dibagikan kepada mualaf,” ungkap AKP Budi.

Pada kesempatan yang sama, sambung Budi, tersangka juga mengumumkan bahwa sumbangan bisa diserahkan langsung atau ditransfer ke rekening miliknya. “Di masjid itu, Sy berhasil mengumpulkan uang hampir 30 juta rupiah,” timpal Kasat Reskrim.

Selanjutnya, seorang penyumbang bernama dr H Taufiq AR yang kini sebagai pelapor (sudah mentransfer uang Rp 600 ribu ke rekening Sy) merasa curiga mengapa sumbangan harus dikirim ke nomor rekening pribadi penceramah dan ada juga berkembang informasi bahwa dana itu diduga digunakan untuk pribadi SY. Kecurigaan yang sama terus muncul di kalangan jamaah masjid tersebut.

Menurut AKP Budi, saat Sy hendak berceramah di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Selasa (10/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB, sejumlah jamaah yang mulai curiga coba mempertanyakan hal itu kepada Sy bersama timnya. “Melihat kondisi tersebut, pengurus masjid menghubungi kami. Lalu, kita mengamankan Sy dan enam anggotanya ke Polres Lhokseumawe,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan lanjutan, tambah Kasat Reskrim, penyidik menetapkan Sy sebagai tersangka penipuan. Sedangkan enam anggotanya hanya dikenakan wajib lapor. Bersama Sy, sebut Budi, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu mobil Toyota Innova, satu mobil Toyota Avanza, dua handphone, uang Rp 9 juta, kamera merek Fuji, satu bundel blangko untuk penyumbang, satu lembar kartu ATM Bank BRI, dan beberapa buku karangan Sy.

Penetapan Sy sebagai tersangka, lanjut AKP Budi, didasari hasil penyelidikan lanjutan. Sumbangan yang selama ini dikumpulkan tersangka dari jamaah berbagai masjid di Medan dan Aceh diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya. Seperti berlibur ke Bali bersama keluarga, membayar uang liburan ke Singapura via travel, membayar uang muka kredit mobil, membeli sepetak tanah, membeli handphone, dan untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Kita masih terus mendalami kasus ini. Untuk sementara, Sy kita tahan di sel Mapolres Lhokseumawe dengan status sebagai tersangka penipuan,” demikian AKP Budi.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help