Malam Ini, Muzakarah Internasional Dibuka

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akan membuka muzakarah internasional tauhid sufi V

Malam Ini, Muzakarah Internasional Dibuka
ist
MUNAWAR A JALIL,Ketua Panitia Muzakarah 

* Diikuti 900 Ulama Dalam dan Luar Negeri

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akan membuka muzakarah internasional tauhid sufi V di lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Jumat (13/7) sekitar pukul 20.30 WIB atau seusai shalat Isya. Muzakarah dilaksanakan Pemerintah Aceh ini akan diikuti 900 ulama se-Aceh, serta dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini akan ditutup dengan zikir akbar terbuka untuk umum di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (16/7) malam.

Ketua panitia acara ini, DR Munawar A Jalil, mengatakan 900 ulama yang sudah diundang, selain dari Aceh, juga dari sejumlah provinsi lainnya di Indonesia, semua negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan negara di Afrika. Tema muzakarah “Tauhid Sufi Membangun Manusia Berakhlak Mulia”. Sedangkan pemateri 12 ulama dan akademisi dari Aceh, dalam dan luar negeri, seperti Prof Yusny Saby (Guru Besar UIN Ar-Raniry), Syekh Dr Azis Kobaiti (Maroko), Syekh Dr Mahmoud Abu Al-Hauda (Syria), dan KH Zein Djarnuji (Jawa Barat).

“Setelah pembukaan di lapangan Tugu, Jumat, 13 Juli 2018 malam, mulai keesokannya dilanjutkan muzakarah di aula Auditorium UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Acara ditutup dengan zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin, 16 Juli 2018 malam,” kata Munawar A Jalil.

Menurutnya, tujuan Pemerintah Aceh menyelenggarakan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan seluruh ulama dari dalam dan luar negeri, khususnya sesama ulama se-Aceh, sehingga tak ada perpecahan di kalangan umat muslim. Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai tauhid sufi dari berbagai pendekatan, baik melalui pendekatan Islam, iman, dan ikhsan, sosial politik, maupun pendekatan tasawuf dalam menyelesaikan persoalan narkoba dan pornografi.

“Hal ini nantinya akan disampaikan lebih detail para pemateri. Selain itu, kegiatan ini juga kita selenggarakan untuk menyampaikan kepada dunia bahwa Aceh daerah aman, bukan seperti sebagian dikesankan pihak-pihak tak bertanggungjawab bahwa kemanan di Aceh terkendala pelaksanaan syariat Islam. Kita ingin membuktikan bahwa kenyataannya syariat Islam yang kita terapkan benar-benar memberi rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semuanya sesuai ajaran Islam sesungguhnya,” jelas Munawar.

Ketua panitia acara ini, Munawar A Jalil, menambahkan selain diikuti 900 ulama, pihaknya bekerja sama Pemko Banda Aceh juga mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara ini, khususnya nanti bisa sama-sama mengikuti zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada malam penutupan muzakarah, Senin (16/7) malam atau seusai shalat Isya.

“Oleh karena itu, kita bekerja sama dengan Pemko Banda Aceh, khususnya dalam hal penerimaan masyarakat yang diperkirakan mencapai 20 ribu orang. Pihak Pemko Banda Aceh sudah berkoordinasi dengan para camat untuk menyediakan maktab atau tempat tinggal bagi tamu-tamu dari luar Banda Aceh ini, seperti di sekolah dan rumah penduduk,” sebut Munawar. Munawar mengucapkan selamat datang bagi tamur dari luar Banda Aceh yang berhadir dan berharap mereka menjaga ketertiban dan kebersihan, terutama di tempat tinggal masing-masing. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help