‘Goyang Lidah’ dengan Rujak Blangbintang

BAGI anda penikmat buah-buahan, tentu tak asing lagi dengan yang namanya rujak. Aroma yang ditebarkan potongan buah segar

‘Goyang Lidah’ dengan Rujak Blangbintang
Rujak Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (13/7). SERAMBI/ NURUL HAYATI 

BAGI anda penikmat buah-buahan, tentu tak asing lagi dengan yang namanya rujak. Aroma yang ditebarkan potongan buah segar berpadu dengan racikan bumbu siap membuat liur para penikmatnya menetes. Salah satu rujak kesohor dari Aceh adalah rujak Blangbintang. Blangbintang merupakan sebuah kawasan di wilayah administratif Kabupaten Aceh Besar dengan deretan pondok rujak sebagai primadonanya. Ya, tak lengkap berkunjung ke daerah ini tanpa menyicipi kuliner khas setempat.

Seperti lazimnya, rujak menggunakan aneka buah seperti mangga, jambu, bengkuang, nenas, ketimun, pisang batu dan sebangsanya. Buah lokal yaitu rumbia dan batok menjadi ciri khas rujak Blangbintang. Kesemuanya menggunakan buah yang masih mengkal alias belum matang, sehingga menghasilkan kombinasi citarasa asam manis yang pas di lidah.

Istimewanya terletak pada bumbu yang menjadi pelengkap. Gula aren disiram ke atas potongan buah, ditambah kacang tanah goreng yang ditumbuk kasar. Untuk menetralisir kental manis si gula aren, ditambahlah cabai rawit dan buah batok yang dikeruk dan diulek menjadi bumbu. Tak ketinggalan butiran kacang tanah goreng ditabur di atasnya. Membuat pengunjung ingin melahapnya sampai ludes.

“Penikmat rujak datang dari berbagai kalangan, misal mahasiswa dan keluarga,” terang Boy, seorang pekerja pondok rujak sumringah.

Menurutnya, sehari bisa 100 porsi rujak ludes. Apalagi kalau akhir pekan, bisa kelipatan tiga dari jumlah itu. Untuk menikmati seporsi rujak Blangbintang cukup membayar Rp 8.000 saja, jika makan di tempat. Namun jika untuk dibawa pulang, sebungkus rujak dilepas dengan harga Rp 10.000. Serambi berkesempatan menyambangi pondok rujak Blangbintang pada Jumat (13/7). Turun langsung ke dapur rujak Blangbintang dan melihat proses pengolahan rujak kesohor itu. Membaui rupa-rupa aroma buah dan mencicipi citarasa yang ditawarkan. Hmmm...

Rujak Blangbintang berlokasi di Jalan Bandara Lama, depan Pertamina Bandara SIM, Banda Aceh. Tempat ini buka mulai pagi hingga waktu magrib tiba. Tak sulit menuju kemari karena lokasinya menempel persis di sisi kompleks Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Deretan pondok rujak mendominasi sepanjang sisi jalan.

Berada di tengah area persawahan dengan panorama gugusan Bukit Barisan bersaput kabut. Menghijau dipayungi awan yang berarak dan beratapkan langit biru. Menghembuskan kesejukan di tengah hawa panas yang membekap Aceh. Seperti kesegaran yang ditawarkan rujak Blangbintang.(nurul hayati)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help