Lagi, Gajah Jantan Ditemukan Mati

Seekor gajah liar jantan ditemukan mati di kawasan perkebunan PT Bumi Flora, yang termasuk ke dalam wilayah Gampong Jambo Reuhat

Lagi, Gajah Jantan  Ditemukan Mati
Petugas Kepolisian Polres Aceh Timur melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian gajah sumatra di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Bumi Flora di Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Aceh Timur, Jumat (13/7). Data Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat, sejak awal 2000 sampai pertengahan Juli 2018 sebanyak 57 ekor gajah sumatra mati akibat konflik dengan manusia. ANTARA/Syifa Yulinnas 

* Di HGU PT Bumi Flora 

IDI- Seekor gajah liar jantan ditemukan mati di kawasan perkebunan PT Bumi Flora, yang termasuk ke dalam wilayah Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kapolsek Banda Alam Iptu Zainir Jumat (14/7) mengatakan, pihaknya langsung terjun ke lokasi pascamenerima laporan terkait penemuan gajah mati tersebut.

Mereka terjun ke lapangan Kamis (12/7) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Kapolsek Banda Alam Iptu Zainir ditemani dua anggotanya yakni Bripka Efendi dan Bripka Hia, dua anggota Koramil dan masyarakat setempat.

Setiba di sana, gajah tersebut diketahui berjenis kelamin jantan, berumur belasan tahun, dan memiliki panjang gading sekitar 10 cm yang masih utuh melekat pada tubuh bangkai.

“Diperkirakan gajah tersebut mati sehari sebelumnya, karena tubuhnya belum membusuk serta mengeluarkan kotoran dari duburnya,” jelas Iptu Zainir, seraya menyebutkan pascapenemuan gajah mati pihaknya langsung berkoordinasi dengan BKSDA Aceh.

“Kami mengimbau masyarakat dan pengelola PT Bumi Flora agar tetap menjaga dan melindungi kelestarian gajah sebagai satwa yang dilindungi,” imbau Kapolsek.

Kapolsek memprediksi bahwa jika pemerintah dan pihak terkait lambat mencari solusi menangani konflik gajah ini, maka dikhawatirkan jumlah gajah mati akan terus bertambah.

“Apabila kejadian ini tidak segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat, dikhawatirkan akan terjadi kejadian serupa pada gajah lain selaku binatang yang dilindungi,” papar Zainir.

Dalam rangka meminimalisir konflik gajah dengan masyarakat di pedalaman ini, jelas Zainir, dia telah mengimbau masyarakat dan pihak PT Bumi Flora, agar melakukan penggiringan gajah liar ke kawasan hutan jika kawanan gajah memasuki ladang warga ataupun kebun milik PT Bumi Flora.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved