PKL di Peunayong Ditertibkan

Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh menertibkan sedikitnya 44 pedagang kaki lima (PKL)

PKL di Peunayong Ditertibkan
Petugas Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh membersihkan sisa lapak berjualan milik pedagang kaki lima (PKL) yang dibongkar tim gabungan di kawasan Jalan Tgk Syik Pante Kulu, Banda Aceh, Rabu (23/10). SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh menertibkan sedikitnya 44 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Kamis (12/7). Penertiban yang dipimpin Kasatpol PP Banda Aceh, M Hidayat tersebut menyasar sejumlah ruas jalan di antaranya Jalan Twk Daudsyah, Jalan WR Supratman, Jalan Kartini, dan sekitarnya.

Informasi tersebut disampaikan Kasatpol PP Banda Aceh, M Hidayat, Jumat (13/7). Dia mengatakan, para penjual sayur, buah-buahan, dan makanan ringan itu berjualan di badan jalan dan emperan rumah toko (ruko) Peunayong. “Kami tertibkan karena mengganggu ketertiban ruang dan kenyamanan publik,” ujarnya.

Kepada puluhan PKL yang ditertibkan itu, pihaknya mengimbau untuk menempati lokasi sementara di lapangan SMEP Peunayong, sebagaimana yang sudah disepakati antara Pemko dan pedagang. “Tindakan ini tidak berhenti pada lokasi-lokasi yang sudah kami tertibkan, tetapi petugas akan terus bergerak ke lokasi lainnya yang masih semrawut,” jelas Hidayat.

Menurut dia, para PKL sebelumnya sudah diberikan keleluasaan untuk berjualan di lokasi tersebut saat Ramadhan hingga Lebaran lalu. Namun kini, mereka harus kembali ditertibkan mengingat banyaknya wisatawan yang mengunjungi Banda Aceh hingga akhir tahun. “Seperti hari ini, Jumat (13/7), sedikitnya ada 200 wisatawan dari Malaysia yang menyaksikan uqubat cambuk di Banda Aceh,” katanya.

Pada bagian lain, Hidayat mengungkapkan bahwa penertiban selama ini disesuaikan dengan kemampuan personelnya. Dia mengaku petugasnya yang berjumlah 138 orang tidak cukup untuk meng-cover Banda Aceh. “Ada personel yang tidak efektif lagi dari segi usia dan menderita sakit. Ideal untuk Banda Aceh itu 360 orang,” imbuhnya, dan memaklumi kondisi itu karena anggaran yang terbatas.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help