Warga Kembali Tutup Jalan Kaway XVI

Warga dari tiga desa di Kecamatan Kaway XVI kembali menutup jalan provinsi lintas Meulaboh-Tutut di Aceh Barat

Warga Kembali Tutup Jalan Kaway XVI
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda sedang tinjau perbaikan jalan USAID, yg rusak sedang diperbaiki, Rabu (2/6/2018). 

MEULABOH - Warga dari tiga desa di Kecamatan Kaway XVI kembali menutup jalan provinsi lintas Meulaboh-Tutut di Aceh Barat tepatnya di Kecamatan Kaway XVI.

Penutupan dilakukan warga dengan meletakan berbagai pohon di badan jalan karena menyebabkan debu yang sangat pekat.

Seperti terlihat kemarin jalan tersebut mengalami kerusakan, namun hingga kemarin belum juga diperbaiki atau diaspal kembali. Jalan tersebut sebelumnya dibangun menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2017 senilai Rp 5,7 miliar.

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat yang turun ke lokasi sudah memastikan kondisi lapangan. Kenyataannya hingga kini belum ada tanda-tanda akan diaspal kembali sehingga warga di wilayah itu kesal hingga berujung pada penutupan badan jalan.

“Dijanjikan pihak rekanan dan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Aceh akan dikerjakan. Tapi kenyataan di lapangan belum ada,” katanya.

Edy menambahkan dampak dari jalan yang rusak tersebut menyebabkan sekitar 97 orang menderita gangguan pernafasan. Rata-rata mereka berasal dari tiga desa yakni Alue On, Putim dan Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI.

“Jangan biarkan warga semakin menderita akibat debu mengepung,” ujarnya. Sebelumnya jalan tersebut pada Ramadhan lalu sempat diblokir warga sehingga akses lalu lintas menjadi lumpuh. Namun akses jalan kembali dibuka setelah dicapai kesepakatan bersama antara warga dengan pihak rekanan dan pejabat PUPR Aceh di Mapolsek Kaway XVI.

Tetap akan Diperbaiki
Sementara itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PUPR Aceh T Rendra yangdikonfirmasi Serambi mengaku jalan tersebut tetap akan diperbaiki dengan mengaspal kembali. Bahkan setiap waktu pihak PUPR mengingatkan rekanan agar memperbaiki kembali jalan itu.

“Mohon doa. Kita berharap tetap diperbaiki,” kata Rendra kepada Serambi, Kamis (12/7). Ia menyebutkan saat ini proyek jalan itu sedang diperiksa oleh Polda Aceh. Pihak rekanan sedang dipanggil untuk dimintai keterangan termasuk dirinya. Namun sebelumnya soal jalan tersebut juga pernah diperiksa oleh Kejari Aceh Barat.

“Artinya kita berharap perbaikan tetap dilakukan. Untuk masa pemeliharan masih ada waktu hingga akhir tahun 2018 ini,” jelasnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help