Cuaca Buruk, Kapal Feri tak Berlayar

Cuaca buruk dilaporkan sudah beberapa hari terakhir melanda Meulaboh, Aceh Barat

Cuaca Buruk, Kapal Feri tak Berlayar
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Penumpang feri tujuan Simeulue memeadati Pelabuhan Labuhanhaji, Aceh Selatan 

MEULABOH - Cuaca buruk dilaporkan sudah beberapa hari terakhir melanda Meulaboh, Aceh Barat. Akibatnya dua kali pelayaran kapal motor penyeberangan atau kapal feri Teluk Sinabang ke Meulaboh dialihkan ke Pelabuhan Labuhan Haji Aceh Selatan pada Jumat (13/7) dan Minggu (15/7).

Informasi diperoleh Serambi kemarin kapal feri seharusnya pada Minggu pagi bersandar ke Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat. “Kapal tak berlayar karena faktor cuaca buruk,” ujar seorang staf di pelabuhan setempat.

Sementara itu, belasan truk dilaporkan bertahan di Pelabuhan Samatiga. Awak truk menunggu untuk diberangkatkan ke Sinabang (Simeulue) melalui pelabuhan setempat. Truk-truk lebih memilih bertahan bila ke Labuhan Haji Aceh Selatan akan menempuh perjalanan lebih jauh dan biaya besar.

Selain sejumlah warga juga sempat mendatangi pelabuhan, namun karena tidak ada pelayaran, mereka kembali pulang. Sementara itu sumber Serambi dari Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Meulaboh menjelaskan kerusakan karet sandar kapal di dermaga Pelabuhan Samatiga Aceh Barat sudah terjadi dua kali dalam sepekan terakhir ini.

Selain itu pihak ASDP sendiri selaku pihak yang mengelola kapal pelayaran berharap perlu segera dibangun breakwater (penahan ombak) sehingga kapal mudah bersandar dan bisa lebih lama di dermaga.

Kadis Perhubungan Aceh Barat Drs Jhon Aswir, Sabtu (14/7) lalu meninjau pelabuhan penyerangan Meulaboh di Samatiga yang mengalami kerusakan pada karet sandar akibat hantaman kapal ketika bersandar karena ombak yang besar.

“Dengan perbaikan karet sandar diharapkan kapal ke depan dapat lebih nyaman dalam merapat ke dermaga. Ini tindakan reaksi cepat kita,” kata Jhon Aswir.(riz)

Sementara itu dari Blangpidie, Abdya dilaporkan angin kencang melanda kawasan Aceh akhir ini diprediksi akan terus berlangsung sampai September mendatang. Warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta tetap waspadai fenomena perubahan musim tersebut.

“Alhamdulillah, tak ada dampak peristiwa angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir, tapi masyarakat kita imbau tetap waspada,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin kepada Serambi, Minggu (15/7).

Dari hasil pantauan lapangan, puncak angin kencang yang melanda beberapa hari belakangan terjadi antara rentang waktu pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB atau memasuki magrib yang kadang-kadang disertai turun hujan intensitas sedang.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved