Opini

Hari Pertama Sekolah

SETELAH menjalani masa liburan yang panjang di semester genap, anak tentu harus membiasakan diri dengan belajar formal

Hari Pertama Sekolah
SERAMBI/M ANSHAR
Murid Sekolah Dasar (SD) mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah di Lapangan Blangpadang. SERAMBI/M ANSHAR 

(Pentingnya Keakraban Guru, Orang Tua, dan Siswa)

Oleh Murni

“Aktivitas mengantar anak ke sekolah di hari pertama penting untuk melakukan revolusi mental para pelaku pendidikan, khususnya orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak sekolah. Juga dapat merekatkan hubungan antara orang tua, siswa, dan guru.” (Anies Baswedan)

SETELAH menjalani masa liburan yang panjang di semester genap, anak tentu harus membiasakan diri dengan belajar formal yang akan dihadapinya selama setahun ke depan. Untuk itu, di hari pertama sekolah, seorang guru harus menyajikan kesan belajar yang positif dan memikat anak. Sehingga anak ketika pulang ke rumah curhat kepada bapak-ibunya, bahwa hari pertama berkenalan dengan teman-temannya, serta belajar pada gurunya sangat ramah dengan metode belajarnya sangat menyenangkan dan mudah dimengerti.

Apabila sudah demikian dilakukan oleh guru, maka guru tersebut sudah berhasil melakukan pendekatan yang baik dengan anak didiknya, sebagaimana pernyataan Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. pada 16 Juli 2016 di Jakarta, yang kita kutip di atas.

Setelah libur panjang semester genap (2017/2018) yang bertepatan dengan puasa di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H/ 2018 M, seluruh pelajar dimulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs masuk sekolah serentak pada Senin, 16 Juli 2018, khususnya di Provinsi Aceh. Tentu saja para siswa, orang tua, dan juga guru tidak ingin melewati moment hari pertama anak masuk sekolah terlewati begitu saja.

Anak mulai belajar mengelola diri mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan sekolah. Para orang tua dan guru menjalin komunikasi dua arah secara baik dalam mendukung proses belajar formal anak. Sekolah yang tadinya sempat kosong kini mulai penuh dengan para siswa yang antusias belajar. di sini timbul pertanyaan, Apa informasi dan pengalaman yang ibu bapak dapatkan dalam minggu pertama saat anak masuk sekolah?

Satu sumber informasi berharga yang bisa didapatkan, bersumber dari hari pertama sekolah anak. Sebenarnya apa pun momentnya, hari pertama sekolah biasanya mendapatkan sorotan. Hari pertama anak bersekolah, seharusnya kita sebagai orang tua, anak bisa memusatkan perhatian, baik saat memersiapkan anak dalam menghadapi hari pertama sekolah, kembali atau untuk pertama kalinya bersekolah, dan mengamati berbagai hal kegiatan sepanjang hari itu di sekolah.

Lantas, mengapa hari pertama sekolah tidak boleh dilewatkan oleh siapapun yang terlibat di dalamnya begitu saja? Meskipun biasanya hari pertama anak terkesan seremonial atau bahkan superfisial (tidak akrab dengan temannya), namun justru hal-hal yang mungkin orang dewasa anggap sepele sangat berarti bagi si anak. Misalnya saja anak yang masih duduk di kelas 1 SD/MI, kebanyakan masih takut, grogi, malu-malu bahkan ada yang menangis tidak mau masuk kelas dan harus dibujuk orang tua dan guru serta memegang tangannya dengan lemah-lembut agar mau masuk ke ruang kelas.

Bagi orang tua yang peduli akan pendidikan anaknya pasti berusaha datang lebih cepat untuk memilih tempat duduk yang paling depan dengan harapan anaknya dapat belajar, melihat dan mendengar penjelasan guru lebih dekat dan jelas dari pada harus duduk dideretan paling belakang. Di saat itu juga antara anak dan orang tua bisa saling berkenalan dengan guru mata pelajaran/wali kelas, sehingga diharapkan terjalin komunikasi yang baik pada saat pertama masuk sekolah dan untuk proses pembelajaran hari-hari berikutnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help