Tafakur

Juara Dunia

Saat berbicara tentang piala dunia (World Cup), kebanyakannya mengarah kepada olah raga seperti sepak bola

Juara Dunia

Oleh: Jarjani Usman

“Dua rakaat shalat Fajar (shubuh) nilainya lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR. Muslim).

Saat berbicara tentang piala dunia (World Cup), kebanyakannya mengarah kepada olah raga seperti sepak bola. Jika demikian, hanya orang-orang yang mampu bermain sepak bola saja yang berhasil memperolehnya. Namun sesungguhnya setiap orang bisa menjuarai kehidupan dunia, bila mampu menjaga diri untuk tetap istiqamah dalam menegakkan yang makruf dan mencegah diri dari melakukan perbuatan-perbuatan berdosa hingga akhir hayat.

Beristiqamah dalam menegakkan yang makruf dan mencegah kemungkaran tak mudah bagi kebanyakan orang. Sangat banyak yang gagal. Bahkan, seorang penguasa yang katanya beriman dan sudah hafal Alquran juga bisa terjebak dalam perbuatan keji, seperti korupsi.

Di kalangan orang biasa juga tak sedikit sudah menderita penyakit terlalu cinta dunia. Di antaranya, banyak orang lebih mementingkan waktunya untuk memperturutkan hawa nafsu menonton sepak bola, walaupun harus mengabaikan waktu shalat wajib. Berdesak-desakan pun rela demi memperturutkan keinginan menonton sepakbola, sedangkan yang senantiasa shalat berjamaah di masjid hanya beberapa.

Padahal bila shalat subuh berjamaah, nilainya (pahala) berkali lipat besarnya. Belum lagi pahala yang berasal dari munculnya keinginan orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved