Prancis Raih Gelar Kedua

Stadion Luzhniki Arena, Moskow, tadi malam, menjadi saksi perjuangan timnas Prancis

Prancis Raih Gelar Kedua
KIPER Prancis, Hugo Lloris bersama rekannya memegang trofi Piala Dunia setelah negaranya menjadi juara berkat kemenangan 4-2 atas Kroasia dalam babak final di Stadion Luzhniki Arena, Moskow, Rusia, Minggu (15/7) malam. 

* Jadi Juara Piala Dunia 2018
* Kalahkan Kroasia 4-2 di Final

MOSKOW - Stadion Luzhniki Arena, Moskow, tadi malam, menjadi saksi perjuangan timnas Prancis. Les Bleus memastikan gelar juara Piala Dunia 2018 setelah menang meyakinkan atas skuadra Kroasia 4-2. Hasil mengesankan di partai puncak itu, membuat Prancis sukses merengkuh gelar kedua di even sepak bola empat tahun terakbar sejagad. Tim besutan Didier Deschamps tersebut 0mengulang hasil manis 20 tahun lalu.

Ya, pada Piala Dunia 1998 di negeri sendiri, punggawa Ayam Jantan--julukan Timnas Prancis--merebut gelar pertama. Dalam duel di Stade de France kala itu, tuan rumah berhasil mengatasi perlawanan juara bertahan Brasil, 3-0. Sepasang gol Prancis dilesatkan anak imigran asal Aljazair, Zinedine ‘Zizou’ Zidane, plus Emmanuel Petit.

Dan kapten Les Bleus 1998 saat itu, Didier Deschamps. Praktis, legenda Juventus tersebut menjadi pemain dan pelatih yang sukses dalam sejarah World Cup. Deschamps menjadi orang ketiga setelah Mario Zagallo (Brasil), dan Franz Beckenbauer (Jerman).

Zagallo menjuarai Piala Dunia sebagai pemain pada 1958 dan 1962. Setelah itu dia membawa Selecao memenangkan turnamen tahun 1970. Beckenbauer menyamai torehan Zagallo pada 1990 ketika Jerman Barat mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0 di final. Sebagai pemain, sosok legendaris itu sebelumnya memimpin Jerman Barat memenangkan Piala Dunia 1974.

Keberhasilan Paul Pogba di Rusia terhitung luar biasa. Betapa tidak, mereka sukses menuntaskan pertandingan mulai babak 16 besar hingga partai puncak dalam waktu normal. Adalah menekuk Argentina (4-3) di 16 besar, Uruguay (2-0) di perempatfinal, dan Belgia (1-0) di babak semifinal.

Nasib berbeda dialami timnas Kroasia. Mereka melangkah ke final setelah menang menjalani duel di babak perpanjangan waktu. Luka Modric dkk menang atas Denmark lewat penalti 3-2. Kemudian mengatasi tuan rumah Rusia juga melalui drama adu penalti, 4-3, dan terakhir di semifinal unggul atas Inggris 2-1 di perpanjang waktu.

Bagi Kroasia, raihan runner-up menjadi prestasi tertinggi negara yang merdeka pada tahun 1991 itu. Ivan Rakitic dkk sukses melewati generasi emas Kroasia yang dihuni Davor Suker dan Boban. Kala itu, mereka juara ketiga di Piala Dunia 1998 usai menghajar timnas Belanda.

Kekalahan tersebut membuat timnas Kroasia gagal membalaskan dendam senior-senior mereka di semifinal Piala Dunia 1998. Selain itu, kegagalan ini membuat timnas Kroasia gagal meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.

Kegagalan timnas Kroasia ini juga sekaligus merusak tradisi yang telah berusia 60 tahun. Tradisi yang dimaksud adalah siklus juara baru di Piala Dunia yang hadir dalam 20 tahun sekali. Siklus ini sudah dimulai sejak Piala Dunia 1958 di mana timnas Brasil sukses meraih gelar juara dunia pertama mereka setelah mengalahkan Swedia dengan skor 5-2.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved